Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Begal dan Jambret di Jakarta Barat Kian Meresahkan, DPRD Minta Pemkot Bertindak

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aksi Begal dan Jambret di Jakarta Barat Kian Meresahkan, DPRD Minta Pemkot Bertindak Doc: Antara
Ket. Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.

Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan maraknya aksi begal dan jambret yang terjadi di wilayah Jakarta Barat, sudah sangat meresahkan, untuk itu pemerintah harus lebih peduli terhadap keamanan warga.

"Jakarta Barat hari ini sedang menghadapi persoalan keamanan yang serius. Hampir setiap pekan masyarakat mendengar kasus jambret, begal, hingga aksi kekerasan jalanan yang membuat warga takut beraktivitas, terutama pada malam dan dini hari," kata Kenneth di Jakarta, Selasa (12/5).

Kent sapaan akrabnya menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai tindak kriminal biasa yang cukup ditangani lewat patroli sesaat, atau respons setelah kasus viral di media sosial.

Menurut dia, persoalan kriminalitas jalanan tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada aparat kepolisian. Pemerintah kota juga dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan rasa aman melalui pengawasan wilayah, penerangan jalan, pengaktifan CCTV, hingga koordinasi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat.

"Ini harus menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Jakarta Barat agar lebih 'aware' dan lebih serius membaca situasi di lapangan," ujarnya.

Kent meminta Pemkot Jakbar bergerak, tidak menunggu ada korban jiwa atau kasus besar baru bergerak masif. Pemkot Jakbar sudah harus turun langsung memetakan titik rawan, memastikan lampu jalan berfungsi, CCTV aktif, kawasan gelap tidak dibiarkan, dan patroli lingkungan benar-benar hidup.

Kent pun menyoroti sejumlah aksi kriminal brutal yang terjadi di Jakarta Barat dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya dialami seorang pelajar yang menjadi korban begal di depan Stasiun Grogol, Jakarta Barat pada Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban yang baru pulang dari kegiatan sekolah dipepet pelaku hingga sepeda motor Honda ADV dan iPhone miliknya dirampas. Korban juga mengalami penganiayaan dan harus mendapat perawatan di RS Sumber Waras.

Lalu aksi begal sadis lainnya terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Berdasarkan video viral yang beredar, korban dibacok menggunakan senjata tajam jenis klewang hingga terjatuh ke selokan.

Dalam rekaman tersebut, dua pelaku berboncengan mendekati korban. Salah satu pelaku yang turun dari motor langsung mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Tak hanya itu, aksi penjambretan juga terjadi di kawasan Mangga Besar 4 M, Taman Sari, Jakarta Barat pada Minggu (3/5).

Korban yang hendak berangkat ke gereja menjadi sasaran empat pelaku yang diduga membawa celurit. Usai merampas kalung emas korban, para pelaku langsung melarikan diri dan lolos dari kejaran warga.

Kent menilai maraknya aksi kriminal tersebut menunjukkan adanya celah pengawasan yang harus segera dibenahi oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat.

"Kalau masyarakat sudah takut pulang malam, takut naik motor sendiri, takut berjalan di lingkungan tempat tinggalnya, berarti ada yang salah dengan sistem pengawasan kita. Pemkot Jakbar jangan hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus lebih peka terhadap keresahan warga sehari-hari," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.