Ahli Ungkap Kaitan Penderita Asma dan Risiko Kenaikan Berat Badan
📅 Minggu, 18 Jun 2023, 12:31 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Ada orang yang menderita asma yang telah melaporkan kenaikan berat badan. Menurut para ahli, asma itu sendiri tidak diketahui secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan, tetapi ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadapnya.
Asma, kondisi pernapasan kronis yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, ditandai dengan episode mengi, sesak napas, sesak dada, dan batuk yang berulang. Meskipun asma terutama memengaruhi saluran udara dan pernapasan, dampaknya terhadap aspek kesehatan lainnya, termasuk penambahan berat badan, telah menjadi topik yang menarik.
Meskipun asma dan penambahan berat badan tidak secara inheren saling terkait, beberapa faktor dapat berkontribusi terhadap perubahan berat badan pada individu dengan asma. Memahami hubungan ini sangat penting untuk manajemen asma yang komprehensif dan kesehatan secara keseluruhan.
Direktur dan Kepala Pernapasan, Perawatan Kritis, dan Pengobatan Tidur di Rumah Sakit Asia Faridabad, Manav Manchanda membeberkan hubungan antara asma dan penambahan berat badan.
"Hubungan antara asma dan penambahan berat badan melibatkan faktor-faktor seperti berkurangnya aktivitas fisik dan potensi efek samping pengobatan," kata Manchanda, dikutip dari Health Shots, Kamis (15/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Faktor pertama yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan pada penderita asma yakni berkurangnya aktivitas fisik. Gejala asma dapat membatasi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas fisik.
Hal ini dapat mengakibatkan gaya hidup yang lebih tidak aktif dan penurunan pengeluaran kalori secara keseluruhan, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Individu dengan asma perlu mencari cara untuk mengelola gejala mereka secara efektif dan mempertahankan gaya hidup aktif sesuai dengan kemampuan mereka.
Kemudian, faktor emosional, di mana hidup dengan kondisi kronis seperti asma terkadang dapat menyebabkan stres emosional, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kebiasaan makan dan menyebabkan kenaikan berat badan. Makan secara emosional atau mengandalkan makanan untuk mendapatkan kenyamanan dapat menjadi respons terhadap tantangan dalam mengelola asma.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terakhir adalah efek samping obat, sebab obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengelola asma, terutama kortikosteroid oral, berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Kortikosteroid bekerja dengan mengurangi peradangan dan menekan sistem kekebalan tubuh, yang membantu mengendalikan gejala asma.
Namun, penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan retensi cairan, yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Perlu diperhatikan bahwa kortikosteroid hirup, yang umumnya digunakan sebagai terapi pemeliharaan untuk asma, memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih rendah dibandingkan dengan kortikosteroid oral.
Jika memiliki kekhawatiran tentang kenaikan berat badan terkait dengan obat asma, penting untuk mendiskusikannya dengan penyedia layanan kesehatan. Mereka dapat mengevaluasi situasi spesifik, menilai manfaat dan risiko obat, dan bekerja sama untuk mengembangkan rencana manajemen asma yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Selain manajemen pengobatan, menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat juga dapat memainkan peran penting dalam menjaga berat badan yang sehat. Ini termasuk makan makanan yang seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan, dan mengelola tingkat stres.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang dengan asma akan mengalami penambahan berat badan, dan hubungan antara asma dan berat badan dapat bervariasi dari orang ke orang. Dianjurkan untuk bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengelola asma secara efektif dan mengatasi potensi efek samping obat atau perubahan gaya hidup yang dapat memengaruhi berat badan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!