Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada 139 Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Palu Tahun 2025, Dinkes: Jangan Malu Periksa Rutin, Penyakit Ini Bukan Aib!

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada 139 Kasus Baru HIV/AIDS di Kota Palu Tahun 2025, Dinkes: Jangan Malu Periksa Rutin, Penyakit Ini Bukan Aib! Doc: Kemenko PMK
Ket. Kampanye Stop AIDS

PALU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mencatat sebanyak 139 kasus baru penularan penyakit HIV/AIDS terjadi di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu pada tahun 2025.

"HIV salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan total, tetapi dapat dikendalikan lewat terapi AntiRetroViral (ARV)Selagi pengidapnya masih hidup, maka data itu masih tercatat," kata Kepala Dinkes Kota Palu Rochmat Jasin di Palu, Jumat (24/10).

Ia mengemukakan penularan HIV terjadi karena perilaku seks menyimpang. Namun pihaknya tidak memiliki kewenangan melarang perilaku itu tersebut, sehingga dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari norma sosial.

Menurut data Dinkes Palu, akumulasi kasus HIV/AIDS di Kota Palu sejak 2001 sebanyak 1.884 kasus dengan kasus baru 139 pada tahun 2025. Oleh karena itu, menurut dia, langkah yang dapat dilakukan hanya pengendalian.

"Kami menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan untuk pemeriksaan HIV/AIDS yakni Puskesmas Birobuli dan Puskesmas Talise. Silahkan masyarakat manfaatkan faskes itu untuk melakukan pemeriksaan mandiri," ujarnya.

Selain itu, kata dia, upaya pengendalian HIV/AIDS dilakukan melalui pemeriksaan secara berkala kelompok sasaran utama, meliputi populasi kunci dan kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Ia mengingatkan agar masyarakat jangan malu melakukan tes HIV/AIDS rutin, terutama kelompok-kelompok berisiko karena penyakit tersebut bukan aib yang harus disembunyikan.

"Semakin disembunyikan dan tidak diobati, maka dampaknya akan fatal, bisa menjurus ke AIDS, itu sangat berbahaya," ucap Rochmat.

Ia menambahkan penanganan dilakukan Dinkes melalui slogan STOP yakni Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan, cara ini dinilai dapat memberikan dampak positif dalam menekan penularan penyakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.