Aceh Diterpa Angin Kencang Disertai Hujan Lebat karena Pengaruh Siklonik. Jauhi Tebing, Pohon, dan Sungai
📅 Senin, 14 Jul 2025, 14:53 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
ACEH BARAT – Warga yang berada di wilayah pantai barat selatan Aceh agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang selama dua hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) telah memprediksinya.
“Berdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia,” kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf, Senin.
Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.
Awan siklonik merupakan awan yang terkait dengan sistem tekanan rendah, seperti siklon tropis. Ada beberapa jenis awan yang sering dikaitkan dengan siklonik, termasuk awan cumulonimbus, nimbostratus, altostratus, altocumulus, dan cirrus.
Awan cumulonimbus merupakan awan ini sangat besar dan tebal, sering kali mencapai ketinggian yang sangat tinggi dan mampu menyebabkan cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir, dan bahkan angin puting beliung hingga tornado.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan awan nimbostratus merupakan awan hujan atau awan mendung, berwarna abu-abu merata, dan sering muncul beberapa waktu sebelum hujan turun.
Gilang menjelaskan pola siklonik yang saat ini terjadi di wilayah pantai barat selatan Aceh merupakan awan yang baru saja ‘matang’, sehingga potensi hujan ringan, sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi hingga Rabu, 16 Juli 2025 mendatang.
Ada pun potensi hujan tersebut dapat terjadi pada pagi hingga malam hari, atau dapat terjadi pada dini hari maupun di sepanjang hari. Maka, BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan.
Sebab pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya, demikian Gilang Yusuf.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!