Abrasi 95 Meter di Konawe Utara, Dermaga dan Rumah Warga Nyaris Tersapu Ombak!
📅 Kamis, 18 Sep 2025, 14:53 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Ist.
Konawe Utara, Sulawesi Tenggara — Abrasi pantai di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sultra, kini mengancam fasilitas dermaga dan rumah warga. Bibir pantai di Desa Laimeo mengalami pengikisan sepanjang sekitar 95 meter, dengan kedalaman pengikisan mencapai sekitar 15‑20 meter. Fenomena tersebut terjadi sekitar Senin (15/9) pukul 12.30 Wita.Kronologi dan Observasi Lapangan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, Muhammad Aidin, mengonfirmasi bahwa abrasi masih berlangsung aktif. “Iya benar abrasi, sampai saat ini masih terjadi pengikisan pasir di pantai tersebut,” ujarnya. Aidin mengatakan pengukuran sementara memperlihatkan bibir pantai tergerus sejauh 95 m, dengan kedalaman pengikisan 15‑20 m.
Selain dermaga umum, rumah‑rumah penduduk pesisir menjadi yang paling rawan. Ketika air pasang tinggi, laut sudah menyentuh tiang rumah dan menjauh garis pantai dari rumah tinggal hanya beberapa meter saja. Warga sekitar Desa Laimeo dan Tanjung Laimeo semakin khawatir karena gelombang tinggi serta cuaca ekstrem memperparah kondisi.
Upaya Pemerintah dan Tindakan Darurat
Untuk menanggulangi bencana alam yang makin membahayakan, pemerintah kabupaten melalui BPBD dan instansi terkait telah bergerak. Beberapa langkah yang telah/akan dilakukan:
-
Pembangunan pemecah ombak di beberapa titik pesisir Sawa. Pemkab Konut mengalokasikan dana APBD secara bertahap sejak 2020‑2023 untuk pagar pantai atau dinding penahan ombak.
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Penetapan tiga desa sebagai Desa Tangguh Bencana, yakni Desa Laimeo, Tanjung Laimeo, dan Desa Ulu Sawa, yang akan difokuskan realistis mitigasi dan kesiapsiagaan warga.
-
Imbauan untuk masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di zona pantai yang rawan agar tidak terjadi kecelakaan saat kondisi cuaca ekstrem.
Warga setempat mengungkapkan bahwa gelombang laut saat pasang tinggi sudah mencapai dekat rumah mereka, bahkan merusak jalan lingkungan dan sarana umum lainnya, seperti rabat beton jalan lingkungan yang berfungsi sebagai penahan ombak juga mulai rusak berat.
Relokasi sementara dan gotong royong membangun tanggul darurat dari karung berisi pasir telah dilakukan oleh warga sebagai langkah sementara pengamanan. Namun menurut Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Konawe Utara, Jasmidin, langkah ini tidaklah cukup jika tidak ada intervensi struktural yang lebih permanen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!