Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

92 Calon Haji Terpisah karena Beda “Syarikah”

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
92 Calon Haji Terpisah karena Beda “Syarikah” Doc: ANTARA
Ket. Calon jemaah haji Embarkasi Haji Padang menaiki bus sebelum bertolak ke Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat, menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

PADANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 92 calon haji asal Embarkasi Padang terpisah karena berbeda penyedia layanan (syarikah) saat di Tanah Suci.

"Dari kelompok terbang (kloter) satu hingga 15 itu ada 92 orang yang terpisah. Walaupun hanya 1,47 persen dari jumlah jemaah calon haji, tetap menjadi catatan bagi kami," kata Kepala bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar, Rifki, di Padang, Rabu (21/5).

Rifki menjelaskan jemaah yang terpisah tersebut, di antaranya lanjut usia dengan pendampingnya, serta pasangan suami dan istri. Hal tersebut terjadi karena adanya sejumlah penggantian calon jemaah haji sebelum berangkat.

Contohnya, ketika salah satu calon haji batal berangkat ke Tanah Suci, kemudian digantikan oleh anggota keluarganya yang lain. Namun, penggantinya berbeda syarikah dari kloter induk.

Terkait adanya edaran dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang mengatur penggabungan pasangan jemaah haji yang terpisah dalam penempatan di Makkah, ia mengatakan Embarkasi Padang telah menyediakan penanda khusus.

"Embarkasi menyediakan penanda khusus bagi mereka yang terpisah, baik itu dengan adanya stiker di paspor mereka ataupun penanda di tas tentengan, tas paspor, dan tas bagasi," ujarnya.

Penanda khusus tersebut diberikan agar memudahkan para syarikah di Tanah Suci untuk menemukan jemaah. Apalagi, terdapat edaran agar jemaah sudah disatukan dalam waktu 1x24 jam.

Ia menyampaikan pihaknya juga telah meminta kepada pemimpin atau ketua kloter menata kembali jemaah yang terpisah akibat berbeda syarikah agar mereka dapat bersatu kembali dalam satu kloter oleh pihak sektor.

Sejauh ini terdapat sejumlah laporan melalui video-video dari ketua kloter bahwa mereka telah berupaya untuk menyatukan kembali jemaah calon haji yang terpisah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.