Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

23 WBP yang terjangkit TBC Diawasi Ketat di Lapas Ambon

📅 Senin, 28 Jul 2025, 19:15 WIB | Oleh:
23 WBP yang terjangkit TBC Diawasi Ketat di Lapas Ambon Doc: ANTARA/Dedy Azis
Ket. Petugas saat melakukan Skrining TBC pada warga binaan pemasyarakatan Lapas Ambon Maluku.

AMBON - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon Maluku mengisolasi secara ketat terhadap 23 warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang terdeteksi terjangkit tuberkulosis (TBC), untuk mencegah risiko penularan di lingkungan lapas tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular tersebut di lingkungan tertutup dan padat seperti Lapas,” kata Kepala Lapas kelas IIA Ambon Herliadi di Ambon, Senin.

Dia menyampaikan bahwa temuan kasus TBC ini merupakan hasil dari skrining kesehatan rutin yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan mitra kesehatan lainnya.

“Sebanyak 23 warga binaan yang positif TBC telah dipisahkan dari blok umum dan ditempatkan di ruang isolasi khusus. Mereka juga langsung mendapatkan pengobatan sesuai protokol pengendalian TBC,” katanya.

Penanganan medis dilakukan secara intensif, termasuk pemberian obat-obatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur, pemantauan gizi, serta pengawasan ketat terhadap perkembangan kondisi masing-masing pasien.

“Jadi mereka dipisah dari warga binaan lain selama enam bulan sesuai dengan protokol pengobatan tuberkulosis, mereka tidak mengikuti kegiatan pembinaan sementara waktu sampai enam bulan nanti baru akan diperiksa kembali,” katanya.

Selain isolasi, Lapas Ambon juga meningkatkan protokol kesehatan di seluruh blok hunian dengan penyemprotan disinfektan, distribusi masker, dan pemberian edukasi kepada warga binaan serta petugas mengenai gejala dan pencegahan TBC.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga hak kesehatan warga binaan, serta mencegah penularan penyakit di lingkungan tertutup seperti lapas,” tambahnya.

TBC merupakan penyakit menular yang menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di lembaga pemasyarakatan, terutama karena kepadatan hunian yang tinggi dan sirkulasi udara yang terbatas.

Dengan isolasi dan pengobatan dini, diharapkan ke-23 WBP tersebut dapat pulih dan kembali mengikuti program pembinaan seperti biasa, serta tidak menularkan penyakit ke sesama narapidana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.