Tangan Dingin Luis Enrique Sulap PSG Bagai Monster Menakutkan
Kamis, 05 Nov 2026, 18:19 WIB | Oleh: OpikSejalan dengan pemahaman itu, Enrique menuntut pemain-pemainnya untuk terus bergerak dan menekan, baik saat membawa bola kala menyerang, maupun saat kehilangan bola sehingga menekan balik lawan atau setidaknya mengganggu penguasaan bola lawan.
Pola permainannya mengandalkan pergerakan cair para pemain yang dituntut cepat bertukar posisi guna menutup celah tim dan sekaligus membuka celah dalam sistem permainan lawan. Filosofi permainan yang cair ini dia akomodasi dalam formasi 4-3-3 atau 3-4-3.
Tapi yang paling revolusioner dari Enrique adalah mengubah citra timnya dari kumpulan pemain bintang dengan ego tinggi dan saling bertabrakan, menjadi tim tanpa bintang tapi memiliki satu ambisi yang menganggap tidak ada yang lebih besar daripada klub. Dengan cara itu, Enrique mencampakkan favoritisme dalam skuad PSG.
Meskipun demikian, Enrique tak akan bisa menerapkan filosofinya tanpa dukungan manajemen PSG. Nah gayung bersambut, manajemen PSG memberikan otoritas penuh kepada Enrique dalam mengelola dan memilih skuad. Tapi mungkin ini adalah salah satu syarat dari Enrique ketika ditawari melatih PSG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang jelas, otoritas dan otonomi membuat Enrique leluasa mentransformasi PSG menjadi tim yang solid, kuat, dan sulit dikalahkan lawan, sekaligus menjadi monster untuk tim lain, termasuk klub-klub raksasa Eropa lain. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!