Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Hanya Mau Enaknya, Minta Maaf Perbudakan tapi tak Mau Memberi Ganti Rugi, Tidak Ada Gunanya

5 Kamis, 05 Nov 2026, 11:28 WIB | Oleh:
Inggris Hanya Mau Enaknya, Minta Maaf Perbudakan tapi tak Mau Memberi Ganti Rugi, Tidak Ada Gunanya Inggris Hanya Mau Enaknya, Minta Maaf Perbudakan tapi tak Mau Memberi Ganti Rugi, Tidak Ada Gunanya Doc: ist
Ket. ganti rugi donk

LONDON – Perbudakan masa lalu adalah benar-benar kejahatan kemanusiaan. Tapi sikap aneh diperlihatkan Inggris. Dia mengakui perbudakan, tapi tak mau memberi ganti rugi. Mau enaknya saja, cukup minta maaf. Tidak ada gunanya.

Pemerintah Inggris bersedia menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas perannya dalam perdagangan budak transatlantik, tetapi tidak akan membayar ganti rugi, kata Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband, Rabu (4/11).

Dalam wawancara di siniar Newscast BBC, Menlu Miliband mengatakan pemerintah ingin menghadapi keterlibatan historis Inggris dalam perbudakan tanpa membebani pembayar pajak Inggris dengan biaya tambahan.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Inggris Andy Burnham telah menutup kemungkinan Inggris membayar ganti rugi kepada negara-negara yang terdampak perdagangan budak itu.

Namun, Burnham belum menjelaskan apakah pendekatan baru pemerintahnya itu akan melibatkan pengeluaran publik tambahan.

Sementara itu, Miliband mengkritik cara mantan PM Tony Blair saat menangani masalah tersebut pada tahun 2007, dengan menggambarkannya sebagai meminta maaf, tapi tidak menyesal.

Blair sempat mengungkapkan kesedihan dan penyesalan mendalam atas keterlibatan Inggris dalam perdagangan budak, tetapi Downing Street kemudian menjauhkan diri dari pernyataan tersebut, kata Miliband.

Dia menambahkan isu tersebut terus berpengaruh terhadap hubungan dalam Persemakmuran dan sempat dibahas dalam percakapan baru-baru ini antara Burnham dan PM Barbados Mia Mottley.

"Masalah ini sebenarnya sudah menjadi masalah yang berkepanjangan bagi Persemakmuran selama sekitar 20 tahun. Namun, masalah ini semakin membesar," katanya.

Miliband juga mengenang ketegangan yang terjadi pada Pertemuan Para Kepala Pemerintahan Persemakmuran tahun 2024 di Samoa, di mana perbedaan pendapat mengenai perbudakan dan warisannya memicu perdebatan sengit.

"Kalau memakai bahasa yang agak diplomatis, akhirnya hal itu berujung pada semacam pertengkaran, pertengkaran verbal mengenai seluruh masalah ini," tambahnya.

Miliband dan Burnham telah sepakat bahwa Pemerintah Inggris perlu menangani masalah tersebut daripada terus menghindarinya.

Lebih dari 3 juta orang diangkut

Miliband telah meminta penelusuran sejarah mengenai keterlibatan Inggris dalam perdagangan budak transatlantik, yang terjadi pada abad 16 hingga 19, dan menyebut temuan itu sangat memprihatinkan.

"Lebih dari tiga juta orang diangkut, dengan keterlibatan negara Inggris, selama periode yang panjang, yakni beberapa abad. Ratusan ribu di antaranya tidak selamat dan meninggal dunia," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa mereka yang berhasil bertahan hidup dalam penyeberangan Atlantik harus menghadapi "kondisi mengerikan", baik ketika di atas kapal maupun setibanya di wilayah Karibia dan Amerika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.