Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen di Triwulan III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

5 Kamis, 05 Nov 2026, 11:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen di Triwulan III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen di Triwulan III-2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Doc: istimewa
Ket. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Moh. Edy Mahmud dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (5/11) mengatakan, perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan III-2026. Capaian ini melampaui pertumbuhan triwulan III-2025 yang tercatat 5,04 persen

JAKARTA - Perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada triwulan III-2026. Capaian ini melampaui pertumbuhan triwulan III-2025 yang tercatat 5,04 persen.

Pertumbuhan Indonesia tersebut juga bersaing dengan negara-negara mitra dagang utama. Pada periode yang sama, Vietnam tumbuh 10,0 persen, Singapura 5,4 persen, Malaysia 5,3 persen, Tiongkok 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statitik (BPS) RI, Moh. Edy Mahmud, mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional masih ditopang kuat oleh konsumsi rumah tangga.

"Ekonomi Indonesia pada triwulan III-2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga," ujar Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11).

Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,04 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding triwulan III tahun sebelumnya sebesar 4,89 persen. Komponen ini menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 2,62 persen.

Kinerja tersebut didorong oleh kenaikan transaksi barang dan jasa secara online, peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh solid 6,06 persen (y-on-y), mencerminkan investasi pemerintah maupun swasta yang tetap kuat.

Sementara konsumsi pemerintah tumbuh hingga 8,95 persen, jauh di atas triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66 persen. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya realisasi belanja pegawai, terutama gaji dan tunjangan ASN, serta belanja barang dan jasa, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi lapangan usaha, empat sektor utama memberi kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB. Yakni industri pengolahan 1,20 persen, perdagangan 0,94 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi 0,49 persen.

Sektor industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, di atas pertumbuhan ekonomi nasional, didorong permintaan domestik dan luar negeri.

"Jika kita rinci menurut subsektor, terlihat bahwa kinerja positif sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh kinerja industri makanan dan minuman yang tumbuh hingga 7,09 persen; industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 8,10 persen; dan industri logam dasar yang tumbuh 9,94 persen," rinci Edy.

Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 7,14 persen, lebih tinggi dari triwulan III-2025 sebesar 5,46 persen dan triwulan III-2024 sebesar 4,85 persen. Pertumbuhan ini didorong penjualan kendaraan bermotor, terutama kendaraan niaga dan kendaraan listrik, serta peningkatan suplai barang domestik dan impor.

Sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen, melampaui triwulan III-2025 sebesar 4,21 persen. Kenaikan ini didorong pembangunan proyek infrastruktur pemerintah dan swasta, termasuk program prioritas seperti KDKMP, perumahan rakyat, sekolah rakyat, sekolah garuda, dan revitalisasi sekolah.

Sektor informasi dan komunikasi tumbuh 7,13 persen, sejalan dengan peningkatan traffic data, penggunaan layanan data center, dan transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Secara regional, Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, dan Sulawesi tumbuh di atas angka nasional. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan tertinggi 6,08 persen, diikuti Jawa 5,84 persen, dan Sulawesi 5,68 persen (y-on-y).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.