Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Megathrust Mengintai, Dompet Dhuafa Gandeng MUI dan BPBD Jatim Gelar Mitigasi Bencana bagi Pengurus Masjid

5 Kamis, 05 Nov 2026, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Megathrust Mengintai, Dompet Dhuafa Gandeng MUI dan BPBD Jatim Gelar Mitigasi Bencana bagi Pengurus Masjid Gempa Megathrust Mengintai, Dompet Dhuafa Gandeng MUI dan BPBD Jatim Gelar Mitigasi Bencana bagi Pengurus Masjid Doc: IST
Ket. Dompet Dhuafa menggandeng MUI dan BPBD Jawa Timur menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust di Kantor MUI Jatim, Surabaya, Rabu (28/10).

SURABAYA — Menghadapi potensi ancaman gempa megathrust di kawasan Jawa Timur, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust di Kantor MUI Jatim, Surabaya, Rabu (28/10).

Kegiatan yang melibatkan 56 takmir masjid dan musala dari berbagai wilayah di Jawa Timur ini memadukan edukasi teori manajemen krisis dengan simulasi pemadaman dan penyelamatan diri secara praktis.

Mengapa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama? Bencana tidak bisa dihadapi secara parsial. Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, otoritas keagamaan, dan instansi pemerintah menjadi kunci strategis dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat akar rumput karena beberapa alasan mendasar.

MUI dinilai memiliki legitimasi struktural dan pengaruh moral yang kuat untuk menggerakkan masyarakat (community mobilization). Lewat jejaring takmir, pesan kesiapsiagaan dapat ditransmisikan secara masif dan efektif hingga ke level lingkungan terkecil.

BPBD Jatim sebagai otoritas dan pakar kebencanaan, memberikan legitimasi teknis, peta risiko wilayah, serta standar operasional mitigasi yang akurat. BPBD Jatim mencatat terdapat 14 jenis ancaman bencana di wilayah ini. Data menunjukkan bahwa 35 persen keberhasilan penyelamatan jiwa saat bencana ditentukan oleh pengetahuan dan kapasitas kesiapsiagaan mandiri yang dimiliki oleh warga.

Sebagai eksekutor lapangan, DMC Dompet Dhuafa menjembatani materi teknis dan keagamaan menjadi aksi mitigasi berbasis masyarakat (Community-Based Disaster Risk Reduction), salah satunya melalui konsep Masjid Tangguh Bencana.

“Sosialisasi ini kami kolaborasikan bersama MUI Jatim yang memiliki kekuatan untuk menggerakkan umat dan BPBD Jatim untuk menguatkan pesan kebencanaan. Melibatkan para takmir masjid dan musala sebagai peserta bertujuan agar mereka memiliki kapasitas dan kesiapsiagaan dalam merespons potensi krisis,” tegas Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji dalam keterangan resminya.

Potensi gempa megathrust di Jawa Timur bukan sekadar isu spekulatif, melainkan ancaman nyata yang membayangi sejumlah kawasan padat penduduk. Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi MUI Jawa Timur, Miftah Jauhari, menggarisbawahi pentingnya pemahaman teknis mitigasi bagi para pengelola tempat ibadah.

“Kegiatan ini sangat penting untuk diketahui para takmir masjid, karena di Jawa Timur terdapat tiga titik utama yang memiliki potensi bencana megathrust, yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Selama ini masyarakat mungkin hanya mendengar kabar dan dampak bencananya, tetapi tidak tahu cara menangani resikonya,” jelas Miftah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, menekankan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan awal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas takmir masjid menjadi investasi penting dalam menekan angka korban jiwa.

Tempat ibadah juga turut menjadi benteng kesiapsiagaan. Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup manajemen bencana, fiqih kebencanaan, identifikasi risiko, hingga prosedur evakuasi darurat.

Para takmir juga diajak langsung mengikuti simulasi penanganan gempa berskala 6 Magnitudo. Salah seorang peserta, Fuadi, mengungkapkan antusiasmenya atas materi yang didapatkan.

“Banyak sekali pelajaran baru yang dibagikan tentang mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Kami dikenalkan dengan simulasi gempa 6 Skala Richter, dan ini membuat kami paham betul betapa pentingnya proses mitigasi di lingkungan masjid,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Prancis Bersiap Hadapi Pemo...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.