Inggris Hanya Mau Enaknya, Minta Maaf Perbudakan tapi tak Mau Memberi Ganti Rugi, Tidak Ada Gunanya
Kamis, 05 Nov 2026, 11:28 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaDengan membela kesediaan Pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan permohonan maaf resmi, Miliband berpendapat bahwa mengakui kesalahan di masa lalu justru menunjukkan kekuatan nasional.
"Apakah melakukan hal ini merupakan tanda kelemahan? Menurut saya, justru sebaliknya. Negara yang lemah dan rapuh tidak akan mampu menghadapi masa lalunya. Saya sangat bangga dengan Inggris, tetapi rasa bangga terhadap negara sendiri juga berarti bersedia menghadapi hal-hal yang mungkin tidak kita lakukan secara langsung, bukan?" ujar Miliband.
Para menteri memulai "dialog terstruktur" dengan negara-negara yang terdampak perdagangan budak.
Permohonan maaf resmi mungkin dapat disampaikan pada November tahun depan, saat Burnham dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan puncak para pemimpin dunia G20 di Manchester, Inggris.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!