Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Kekayaan Hayati dan Bahan Baku Lokal Bakal Memperkuat Daya Saing Industri Pangan

5 Rabu, 04 Nov 2026, 23:03 WIB | Oleh:
Hilirisasi Kekayaan Hayati dan Bahan Baku Lokal Bakal Memperkuat Daya Saing Industri Pangan Hilirisasi Kekayaan Hayati dan Bahan Baku Lokal Bakal Memperkuat Daya Saing Industri Pangan Doc: Budi
Ket. Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji (kemeja putih tengah) didampingi CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim (empat kanan) serta Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman (dua kiri), saat membuka pameran KRISTAInterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11). Pameran yang berlangsung dari 4 hingga 7 November 2026 itu, melibatkan sekitar 1.100 peserta dari 16 negara, termasuk 100 pelaku UMKM.

TANGERANG- Pemerintah mendorong hilirisasi kekayaan hayati dan bahan baku lokal untuk memperkuat struktur industri makanan dan minuman nasional. Langkah tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar global.
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, mengatakan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk industri pangan. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui inovasi, penguasaan teknologi, dan penguatan keterkaitan industri dari hulu hingga hilir.

"Pemanfaatan bahan baku dari Indonesia harus terus dimaksimalkan agar industri terhubung dengan baik, baik dari hulu, produk antara, hingga hilir," ujar Sarmuji saat membuka pameran KRISTAInterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Rabu (4/11).

Menurut dia, sejumlah komoditas lokal memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk industri bernilai ekonomi lebih tinggi. Rumput laut, sagu, singkong, dan tempe, misalnya, dapat diolah melalui inovasi teknologi untuk menghasilkan produk pangan dengan keunggulan nutrisi dan kualitas yang lebih baik.
Pengembangan mi berbahan singkong dan tempe dengan kandungan protein dan serat lebih tinggi menjadi salah satu contoh inovasi pemanfaatan bahan baku domestik. Selain itu, rumput laut dapat dikembangkan menjadi produk kesehatan, sedangkan kulit dan sisik ikan berpotensi diolah menjadi kolagen untuk kebutuhan industri kesehatan dan kecantikan.

Sarmuji menilai pengembangan produk antara atau intermediate product menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok industri pangan. Melalui pendekatan tersebut, bahan baku lokal dapat memberikan nilai tambah lebih besar sekaligus membuka peluang usaha baru bagi industri kecil dan menengah.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pelaku industri, UMKM, lembaga penelitian, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat pengembangan inovasi pangan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berfokus pada pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.

Sarmuji juga menyoroti potensi kuliner Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus instrumen diplomasi budaya. Kekayaan kuliner Indonesia perlu lebih serius diperkenalkan ke pasar internasional agar mampu memperkuat citra dan penetrasi produk nasional di berbagai negara.

Dengan dukungan hilirisasi, inovasi, dan perluasan jejaring perdagangan, industri makanan dan minuman diharapkan semakin berperan dalam memperkuat struktur manufaktur nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta memperluas kesempatan kerja.

Tumbuh Positif
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan industri makanan dan minuman nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pada semester I-2026, industri makanan dan minuman tumbuh 6,51 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor tersebut juga memberikan kontribusi sekitar 7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Menurut Adhi, kinerja tersebut menunjukkan industri makanan dan minuman memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai gejolak global. Pertumbuhan sektor ini juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja dan investasi.

Karena itu, penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 diharapkan dapat memperluas ekosistem industri pangan nasional, termasuk memperkuat hubungan dengan sektor hotel, restoran, katering, serta industri pendukung seperti kemasan.

Dia berharap pameran tersebut dapat berkembang menjadi ikon sekaligus ajang untuk memperkenalkan kemampuan industri pangan Indonesia kepada pasar internasional.

Perluas Pasar Global
Di sisi lain, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan KRISTAInterFOOD 2026 dirancang sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman.

Melalui lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi internasional, seminar, talkshow, pelatihan, dan business matching, penyelenggara berupaya mempertemukan pelaku industri nasional dengan mitra bisnis dari berbagai negara.

Menurut Daud, kegiatan tersebut diharapkan mendorong terbentuknya kemitraan strategis, memperluas akses pasar, serta membuka peluang investasi berkelanjutan. Dengan demikian, industri makanan dan minuman Indonesia dapat meningkatkan daya saing produk di pasar global.

Memasuki penyelenggaraan ke-27, KRISTAInterFOOD 2026 menempati area sekitar 60.000 meter persegi yang tersebar di 11 hall. Pameran berlangsung pada 4–7 November 2026 dengan melibatkan sekitar 1.100 peserta dari 16 negara, termasuk 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.