Danantara Kawal Implementasi Kerja Sama Strategis Hasil dari DTIIF 2026
Minggu, 01 Nov 2026, 22:00 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA- Danantara Indonesia akan menindaklanjuti hasil Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 dengan mengawal sejumlah kesepakatan strategis di bidang riset, energi, infrastruktur digital, transportasi, dan teknologi hingga tahap implementasi. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat hilirisasi inovasi, memperkuat kapasitas industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Forum yang berlangsung selama tiga hari di Fairmont Jakarta dan resmi ditutup pada Rabu (28/10), menghasilkan berbagai kemitraan antara Danantara Indonesia, kementerian, perusahaan, perguruan tinggi, lembaga riset, serta ekosistem badan usaha milik negara (BUMN). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 3.000 peserta dan melibatkan mitra nasional maupun internasional.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan dalam forum tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari proses kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di sektor industri.
Menurut dia, semangat kolaborasi yang dibangun dalam DTIIF sejalan dengan nilai persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Ia mengatakan, semangat para pemuda pada 1928 yang menyatukan berbagai latar belakang untuk membangun masa depan Indonesia perlu diteruskan melalui penggabungan gagasan, keahlian, dan sumber daya dalam pengembangan teknologi.
Salah satu kesepakatan penting dicapai pada hari pertama forum melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama tersebut diarahkan untuk menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, mekanisme pendanaan, dan peluang investasi strategis. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mempercepat pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan inovasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi industri nasional.
Danantara Indonesia juga menjalin kerja sama dengan BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset, akademik, dan industri. Melalui kolaborasi tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan dunia usaha sehingga tidak berhenti pada pengembangan di laboratorium, tetapi dapat dikomersialkan.
Fitofarmaka Berbasis Kratom
Di sektor kesehatan, Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific dalam pengembangan teknologi ilmu hayati untuk memperkuat kemampuan riset dan industri kesehatan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, sejumlah BUMN memperkuat kolaborasi untuk membangun fondasi industri masa depan. Telkom Indonesia dan PLN menyelaraskan rencana pengembangan pusat data (data center) dengan kesiapan pasokan listrik guna memastikan ekspansi infrastruktur digital didukung ketersediaan energi.
Di bidang transportasi, LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas), mencakup infrastruktur, penyediaan energi, hingga penerapan kendaraan listrik.
Kolaborasi di sektor energi juga diperluas melalui kesepakatan Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma untuk merencanakan pembangunan serta pengoperasian fasilitas produksi biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME) di Indragiri Hilir, Riau. Kesepakatan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas produksi bahan bakar nabati dan mendukung ketahanan energi nasional.
Selain itu, berbagai kerja sama dikembangkan di sektor maritim, baja, keamanan siber, post-quantum cryptography, bioteknologi, dan robotika.
DTIIF 2026 menghadirkan 274 pembicara dan moderator dalam tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching atau showcase yang mempertemukan BUMN, peneliti muda, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Dua sesi kuliah utama menghadirkan peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent yang membahas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi serta peran kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator kemajuan.
Pembahasan forum mencakup enam sektor strategis, yakni energi; telekomunikasi dan infrastruktur digital; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; keuangan dan perbankan; serta transportasi dan infrastruktur.
Sigit menjelaskan, keseluruhan rangkaian DTIIF dirancang melalui tiga tahapan, yaitu Imagine, Advance, dan Build. Ketiganya menggambarkan perjalanan dari pengenalan teknologi masa depan, percepatan pengembangan teknologi, hingga pembangunan industri yang berkelanjutan.
Ke depan, Danantara Indonesia akan memastikan berbagai kesepakatan yang dihasilkan forum tersebut berlanjut ke tahap pelaksanaan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemampuan teknologi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Agenda kolaborasi tersebut selanjutnya akan diperluas melalui penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) perdana pada 3–4 Desember 2026 di Bali. Forum tersebut diharapkan membuka peluang kemitraan dan investasi Danantara Indonesia dalam lingkup kawasan Asia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!