Tembus Rp228 Juta, Pameran Sulam Sugul Banjar Sukses Besar, Ibu-Ibu Panen Cuan
Kamis, 05 Nov 2026, 00:27 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Medcen Kominfo Banjar
BANJAR - Pameran kerajinan tradisional Sulam Sugul di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mencatatkan transaksi nontunai hingga Rp228 juta selama dua hari gelaran sebagai peluang kebangkitan ekonomi perajin lokal melalui inovasi produk, perluasan pasar, dan penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Capaian tersebut menunjukkan kerajinan tradisional khas Banjar memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi produk fesyen modern untuk menjangkau konsumen lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga perajin.
Bupati Banjar Saidi Mansyur di Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (4/11), mengatakan pengembangan Sulam Sugul perlu diarahkan pada inovasi desain dan diversifikasi produk agar kerajinan tersebut tidak hanya bergantung pada permintaan Bolang Haji yang selama ini menjadi pasar utamanya.
"Transformasi ini menjadi sebuah keharusan agar Sulam Sugul memiliki daya saing komersial dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Saidi menilai perluasan jenis produk menjadi strategi penting untuk menghidupkan kembali industri Sulam Sugul yang sempat mengalami penurunan pesanan akibat keterbatasan pasar, melalui pengembangan pakaian berhias payet, hijab, tas, alas kaki hingga aksesori.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain inovasi produk, ucapnya, Pemkab Banjar juga mendorong peningkatan kualitas produksi, regenerasi keterampilan perajin, serta keterlibatan organisasi perangkat daerah dalam memasarkan produk lokal melalui penggunaan Sulam Sugul dan sasirangan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Nurgita Tiyas mengatakan nilai transaksi pameran mencapai Rp228.006.000 berdasarkan akumulasi penjualan yang tercatat melalui fasilitas pembayaran nontunai Bank Kalsel.
"Pembayaran pembelian dalam kegiatan ini dilakukan secara nontunai, sehingga angka akumulasi bisa kami laporkan. Kurang lebih yang sudah terlaporkan kepada kami sebesar Rp228.006.000," katanya.
Menurut Nurgita, pengembangan Sulam Sugul juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi ibu rumah tangga karena proses pengerjaan dapat dilakukan di sela aktivitas keluarga sehingga keterampilan menyulam memiliki nilai ekonomi produktif.
Memperbesar kapasitas usaha, Saidi kembali mengajak perbankan seperti Bank Kalsel, Bank Mandiri, BNI dan BPR memperluas akses permodalan serta kredit bagi perajin agar mampu meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan pasar.
Pameran yang berlangsung pada 2-3 November 2026 tersebut menampilkan Sulam Sugul, sasirangan, kriya arguci, pakaian berhias payet dan berbagai aksesori, sekaligus menjadi upaya menghubungkan kreativitas perajin dengan peluang pasar yang lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!