Dorong Hilirisasi Kelapa, Yayasan JHL Merah Putih Kasih Siap Bangun Pabrik Kelapa di NTB
Rabu, 04 Nov 2026, 18:48 WIB | Oleh: Vitto BudiIa menambahkan, meningkatnya permintaan produk berbahan kelapa di pasar internasional seharusnya menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri pengolahan di dalam negeri.
Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal apabila ketersediaan bahan baku terus menurun akibat tanaman yang sudah tua dan kurang terawat.
Jerry mengamati banyak pohon kelapa di sejumlah daerah merupakan tanaman peninggalan generasi sebelumnya. Pohonnya sudah tinggi, berusia tua, dan produktivitasnya semakin rendah. Karena itu, ia menekankan pentingnya program peremajaan kelapa secara terencana, termasuk penggunaan bibit unggul dan penerapan teknik budidaya modern.
Ia mencontohkan uji coba penanaman kelapa di lahan seluas 50 hektare di Jailolo, Maluku Utara. Dengan pengolahan lubang tanam sedalam sekitar satu meter serta penggunaan campuran tanah dan bahan organik, menurut Jerry, akarnya cepat berkembang. ”Dalam uji coba kami, kelapa bisa mulai berbuah pada umur tiga tahun,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Libatkan Mahasiswa
Selain mendorong pembangunan pabrik, Jerry mengusulkan kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha untuk mengembangkan perkebunan kelapa yang sekaligus menjadi tempat praktik mahasiswa.
Kata dia, pemerintah dapat mengupayakan penyediaan lahan melalui skema kerja sama jangka panjang dengan perguruan tinggi. Lahan tersebut kemudian dikelola mahasiswa sebagai bagian dari kegiatan pendidikan dan pengembangan kewirausahaan pertanian.
Jerry mengusulkan penerapan pola tanam tumpang sari. Dengan jarak tanam kelapa sekitar delapan meter, lahan di antara tanaman dapat dimanfaatkan untuk membudidayakan komoditas berumur pendek, seperti kacang panjang, jagung, cabai, dan buncis.
Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu menunggu tiga hingga lima tahun untuk memperoleh hasil ekonomi dari perkebunan kelapa. ”Kalau masuk Fakultas Pertanian, hari ini mulai kuliah, besok sudah bisa praktik. Tanam kelapa, lalu di sela-selanya tanam sayuran. Sambil menunggu kelapa berbuah, kita sudah bisa panen,” tutur Jerry.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi model pembelajaran yang menggabungkan teori, praktik budidaya, pengelolaan usaha, dan pemasaran hasil pertanian.
Jerry juga mengusulkan agar hasil panen mahasiswa dihubungkan dengan pasar yang sudah tersedia, termasuk kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). ”Kepastian pasar akan membantu mahasiswa mengembangkan kegiatan pertanian menjadi usaha yang berkelanjutan,” tambahnya.
Jerry mengakui sektor pertanian selama ini belum menjadi pilihan utama sebagian generasi muda. Padahal, pertanian modern membutuhkan tenaga terdidik yang menguasai teknologi, manajemen, dan kewirausahaan.
”Kalau kita memiliki petani dengan kemampuan tinggi, sumber daya manusia yang baik, alam yang mendukung, dan infrastruktur yang tersedia, investor akan datang. Tidak perlu selalu mencari peluang bisnis ke luar negeri. Di dalam negeri juga banyak peluang,” jelasnya.
Targetkan 3.000 Penerima Beasiswa
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyerahkan Beasiswa Kelapa 2026 kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Unram.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!