Dorong Hilirisasi Kelapa, Yayasan JHL Merah Putih Kasih Siap Bangun Pabrik Kelapa di NTB
Rabu, 04 Nov 2026, 18:48 WIB | Oleh: Vitto BudiJerry mengatakan, program bantuan pendidikan yang dijalankan yayasannya terus berkembang. Dua tahun lalu, jumlah penerima manfaat baru sekitar 500 orang. Hingga akhir 2026, jumlahnya ditargetkan mencapai 2.000 orang dan bertambah menjadi 3.000 orang pada 2027.
”Dua tahun lalu kami baru membiayai sekitar 500 siswa. Sampai akhir tahun ini target kami 2.000 orang. Mudah-mudahan tahun depan bisa bertambah 1.000 lagi sehingga kesempatan memperoleh pendidikan semakin luas,” ujarnya.
Jerry mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sungguh-sungguh. Menurut dia, keberhasilan membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, ketekunan, dan kemampuan menyelesaikan setiap tanggung jawab.
”Tidak cukup kerja keras, harus kerja cerdas juga. Tidak cukup kerja cerdas, kerjakanlah dengan tuntas sampai meraih sarjana. Setelah itu, harus punya loyalitas terhadap diri sendiri, keluarga, bangsa, dan negara,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Berdasarkan pengalaman hidupnya, keberhasilan sering kali baru datang setelah seseorang melewati berbagai kesulitan.
"Gagal, ulang lagi. Gagal, ulang lagi. Sampai suatu hari, dari sekian banyak usaha yang kita kerjakan, ada satu yang berhasil. Itulah yang menjadi awal perubahan kehidupan," ujar Jerry.
Regenerasi Petani
Rektor Unram Sukardi mengapresiasi dukungan Yayasan JHL Merah Putih Kasih. Menurut dia, bantuan pendidikan sangat dibutuhkan karena masih banyak mahasiswa menghadapi keterbatasan ekonomi.
Sukardi mengungkapkan, lebih dari 40 persen mahasiswa Unram membayar uang kuliah tunggal (UKT) antara 500 ribu dan 1 juta rupiah. Sekitar 900 mahasiswa lainnya memperoleh fasilitas UKT nol rupiah.
”Harapan kami, jangan sampai cita-cita mahasiswa pupus hanya karena keterbatasan. Dukungan seperti ini sangat berarti untuk membantu mereka melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan,” ujar Sukardi.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi kontribusi Yayasan JHL Merah Putih Kasih dalam mendukung pendidikan generasi muda di daerahnya. Iqbal menilai, pemberian beasiswa merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meningkatkan kedisiplinan, bekerja keras, dan mempersiapkan masa depan. ”Kalau kamu tidak bisa keras terhadap dirimu sendiri, nanti dunia yang akan keras terhadap kamu," ujar Iqbal.
Gubernur juga mendorong mahasiswa pertanian menjadi penggerak modernisasi sektor pertanian melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Menurut Iqbal, regenerasi petani merupakan salah satu tantangan penting dalam meningkatkan daya saing pertanian NTB.
Jerry berharap penguatan pendidikan pertanian, peremajaan perkebunan, dan pembangunan industri pengolahan kelapa dapat berjalan beriringan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, pengembangan industri kelapa di NTB diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memperluas sumber pendapatan petani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!