Dorong Hilirisasi Kelapa, Yayasan JHL Merah Putih Kasih Siap Bangun Pabrik Kelapa di NTB
Rabu, 04 Nov 2026, 18:48 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: istimewa
JAKARTA – Yayasan JHL Merah Putih Kasih menyatakan kesiapan mendukung pembangunan pabrik pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui kelompok usaha pendirinya, Jerry Hermawan Lo, rencana investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi kelapa, meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Jerry mengatakan, realisasi pembangunan pabrik membutuhkan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam memperluas areal perkebunan dan melakukan peremajaan tanaman kelapa guna menjamin ketersediaan bahan baku industri.
”Saya sudah berjanji kepada Pak Gubernur, tolong lakukan replanting kelapa sebanyak mungkin. Nanti kelompok usaha saya akan membangun pabrik di sini. Itu janji saya,” kata Jerry dalam keterangan tertulis kepada awak media, Rabu (4/11).
Komitmen tersebut sebelumnya disampaikan Jerry saat penyerahan Beasiswa Kelapa 2026 oleh Yayasan JHL Merah Putih Kasih kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram), Senin (2/11). Kegiatan itu dihadiri Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi, MPd., serta jajaran akademisi dan mahasiswa.
Menurut Jerry, pembangunan pabrik di NTB merupakan bagian dari ekspansi industri pengolahan kelapa yang dikembangkan kelompok usahanya. Saat ini, pihaknya telah memiliki tiga pabrik kelapa dan berencana menambah dua pabrik lagi pada 2027, dengan target kapasitas pengolahan mencapai dua juta butir kelapa per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jerry menjelaskan, kelompok usahanya kini mengembangkan konsep Royal Agro Industry, yakni sistem usaha pertanian yang mengutamakan pengolahan hasil panen menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum dipasarkan.
”Dua tahun lalu saya masih berbicara tentang agribisnis. Sekarang konsepnya sudah berubah menjadi Royal Agro Industry. Setiap tanaman yang kami tanam tidak langsung dijual, tetapi diindustrikan terlebih dahulu agar memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk mengubah pola usaha pertanian yang selama ini terlalu bergantung pada penjualan komoditas mentah. Dengan pengolahan industri, nilai ekonomi hasil pertanian dapat meningkat dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Potensi Besar Industri Kelapa
Jerry Hermawan Lo menilai, NTB memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pengembangan industri kelapa nasional. Apalagi, kelapa memiliki masa produktif yang panjang dan hampir seluruh bagian buahnya dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Ia membandingkan potensi kelapa dengan kelapa sawit. Menurut Jerry, tanaman kelapa relatif lebih sesuai untuk dikembangkan di NTB karena memiliki masa produktif yang lebih panjang dan dapat dibudidayakan melalui pola pertanian terpadu.
”Umur produktif kelapa, kalau dirawat dengan baik, bisa mencapai 50 sampai 60 tahun. Jadi, kita tidak perlu iri kepada provinsi yang memiliki perkebunan sawit luas. NTB punya potensi kelapa yang sangat besar,” katanya.
Jerry menjelaskan, sabut kelapa dapat diolah menjadi berbagai material bangunan, seperti genteng, papan, dan bahan lantai. Kelompok usahanya bahkan telah mengembangkan sejumlah produk berbahan sabut kelapa dan mengajukan perlindungan hak kekayaan intelektual atas inovasi tersebut.
Tempurung kelapa dapat dimanfaatkan menjadi arang dan karbon untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk bahan baku yang berpotensi digunakan dalam teknologi baterai. Sementara itu, daging kelapa dapat diolah menjadi minyak goreng, santan, dan kelapa parut kering (desiccated coconut) untuk industri makanan.
Air kelapa juga memiliki pasar yang luas, baik sebagai minuman maupun bahan baku industri minuman kemasan.
”Produk turunan kelapa itu sangat banyak. Dari sabut, tempurung, daging, sampai airnya, semua bisa menjadi produk industri. Bahkan, arang tempurung kelapa sekarang banyak dicari untuk kebutuhan industri di luar negeri,” urai Jerry.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!