Tinggalkan Ketergantungan Petrokimia, Chandra Asri Bangun Gurita Bisnis: Dari Listrik, Kapal, Hingga SPBU Esso
Senin, 02 Nov 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim RedaksiPendapatan meningkat
Strategi diversifikasi dan ekspansi tersebut turut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Hingga sembilan bulan pertama 2026, Chandra Asri membukukan pendapatan sekitar US$8,2 miliar, meningkat dari sekitar US$5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat menjadi hampir US$1 miliar, dibandingkan posisi negatif US$32 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar US$395 juta, berbalik dari rugi US$153 juta.
Perbandingan kinerja tersebut telah memperhitungkan penyesuaian atas pencatatan negative goodwill sekitar US$1,7 miliar yang timbul satu kali dari transaksi akuisisi aset Shell pada 2025, sehingga memberikan gambaran yang lebih sebanding terhadap perkembangan operasional perusahaan.
Di samping pengembangan bisnis, Chandra Asri juga terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan. Perusahaan menargetkan penyerapan hingga 1.000 tenaga kerja baru secara bertahap sampai 2028, seiring pengembangan CA-EDC, shared services, dan ekspansi bisnis lainnya. Perusahaan juga mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja melalui Politeknik Industri Petrokimia Banten, pemberdayaan 20 UMKM, serta program beasiswa yang telah menjangkau lebih dari 1.000 penerima manfaat.
Dalam aspek keberlanjutan, Chandra Asri menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi, pemanfaatan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, dan pengelolaan limbah. Perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% pada 2030 dibandingkan baseline 2018. Hingga saat ini, intensitas emisi perusahaan telah menurun 14,6% dibandingkan baseline tersebut.
Suryandi menegaskan, pengembangan tiga pilar bisnis merupakan bagian dari transformasi Chandra Asri untuk memperkuat fundamental perusahaan, menjalankan ekspansi strategis, mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan bahan baku industri hilir di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!