Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPU: Monopoli Lebih Mudah Terjadi di Daerah Dibandingkan Kota Besar

2 Senin, 02 Nov 2026, 15:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KPPU: Monopoli Lebih Mudah Terjadi di Daerah Dibandingkan Kota Besar KPPU: Monopoli Lebih Mudah Terjadi di Daerah Dibandingkan Kota Besar Doc: istimewa
Ket. Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Eugenia Mardanugraha (tengah) menyoroti kerentanan persaingan usaha di daerah. Menurutnya, monopoli dan penguasaan pasar justru lebih mudah terjadi di daerah dibandingkan kota besar

JAKARTA- Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Eugenia Mardanugraha menyoroti kerentanan persaingan usaha di daerah. Menurutnya, monopoli dan penguasaan pasar justru lebih mudah terjadi di daerah dibandingkan kota besar.

"Monopoli atau penguasaan pasar yang tinggi cenderung lebih mudah terjadi di daerah dibandingkan di kota besar atau ibu kota provinsi, terutama karena jumlah pelaku usaha yang lebih sedikit, pasar yang lebih sempit, serta hambatan masuk yang relatif tinggi," ujar Eugenia, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan kondisi tersebut lebih berpotensi muncul di daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, dibanding daerah yang struktur pasarnya sudah maju dan kompetitif.

Jika tidak ditangani, konsentrasi pasar yang tinggi akan merugikan masyarakat. Dampaknya berupa harga lebih mahal, pilihan konsumen lebih sedikit, kualitas layanan rendah, hingga hilangnya insentif inovasi bagi pelaku usaha. Dalam jangka panjang, jika terjadi di banyak daerah, akan menurunkan efisiensi perekonomian nasional.

"Apabila tidak ditangani, konsentrasi pasar yang terlalu tinggi dapat berdampak pada harga yang lebih mahal, pilihan konsumen yang lebih sedikit, kualitas layanan yang rendah, serta berkurangnya insentif pelaku usaha untuk berinovasi," tegasnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Kanwil IV KPPU Surabaya Dyah Paramita mengatakan KPPU memetakan kondisi persaingan usaha di daerah melalui pelibatan regulator pemerintah daerah. Tujuannya untuk mengidentifikasi hambatan pasar dan melindungi UMKM dari praktik persaingan tidak sehat.

"Persaingan usaha yang sehat dapat mendorong efisiensi, inovasi, harga yang kompetitif, peningkatan kualitas, serta memberikan beragam pilihan produk bagi konsumen," ujar Dyah dalam sosialisasi persaingan usaha bagi regulator Nusa Tenggara Barat (NTB) secara daring di Surabaya, Sabtu.

Eugenia menambahkan, kegiatan Kanwil IV KPPU Surabaya di NTB tidak hanya memberi pemahaman kepada regulator daerah tentang prinsip persaingan sehat dan fungsi KPPU, tetapi juga menyerap persepsi pemangku kepentingan soal kondisi persaingan di daerahnya.

Langkah itu menjadi bahan untuk memperkuat kebijakan dan pengawasan persaingan usaha di tingkat daerah, termasuk Surabaya sebagai pusat wilayah kerja Kanwil IV.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Hutan Alas Roban Kebakaran,...
Luar Negeri
Yordania Sita Senjata Api S...
Luar Negeri
Sudan Protes Uni Eropa Paka...
Megapolitan
BMKG Prediksi Hujan Turun d...
Daerah
Longsor Timpa Rumah di Luma...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.