Mangantar Tenggelam Saat Berenang Bersama Teman Gereja
Senin, 02 Nov 2026, 16:06 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Humas Basarnas Medan
MEDAN -- Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan bersama tim SAR gabungan mengevakuasi pria yang tenggelam di Pantai Siporoporo tepatnya di Desa Togu Domu Nauli, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan korban bernama Mangantar Napitupulu (66) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian melalui penyisiran perairan dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian," ujar Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima peristiwa nahas tersebut bermula korban tengah melakukan aktivitas berenang bersama rekan-rekan gereja d Pantai Siporoporo, Minggu (31/10).
Namun, kata dia, korban yang tengah berenang diduga mengalami kelelahan saat berenang menuju tepi danau dan diduga tenggelam.
"Masyarakat setempat bersama rekan-rekan korban sempat melakukan upaya pencarian, namun korban belum berhasil ditemukan. Selanjutnya, pada pukul 15.10 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan SAR," kata dia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Hery mengatakan Tim Rescue Pos SAR Danau Toba bergerak menuju lokasi kejadian yang berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait untuk melakukan asesmen menentukan metode pencarian.
Dalam operasi pencarian, kata dia, tim SAR gabungan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit yang bertugas melakukan pencarian di sekitar lokasi dan melaksanakan penyisiran darat di sekitar lokasi hingga arah hilir serta melakukan penyelaman.
"Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban melalui operasi penyelaman pada kedalaman sekitar 17 meter di sekitar lokasi kejadian," katanya.
Selanjutnya, pada pukul 00.20 WIB korban berhasil dievakuasi ke darat dan kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan. Apabila mengalami atau mengetahui adanya kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan SAR, segera hubungi Call Center Basarnas 115, yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!