Antisipasi Karhutla, Pemerintah Kabupaten Banjar Siapkan 950 Personel
Senin, 02 Nov 2026, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mempertahankan kesiapsiagaan 950 personel penanganan kebakaran hutan dan lahan meski titik panas mulai nihil setelah hujan turun, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan dan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Kesiapsiagaan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi mingguan di Aula Barakat, Martapura, Senin(02/11), dengan melibatkan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memastikan penanganan karhutla dan dampak kekeringan berjalan terpadu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, di Martapura, Kabupaten Banjar, Senin(02/11), mengatakan kondisi karhutla pada fase kedua tanggap darurat mulai membaik setelah hujan turun dalam beberapa waktu terakhir, tetapi personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
"Berdasarkan hasil pemantauan hingga hari ini tidak ditemukan titik panas (hotspot), namun kesiapsiagaan tetap kami pertahankan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kebakaran," ujarnya.
Sebanyak 950 personel masih disiagakan di lapangan dengan dukungan sarana dan prasarana berupa mesin pemadam, selang, sepatu bot, dan masker guna memperkuat respons apabila terjadi kebakaran.
Selain penanganan karhutla, BPBD Kabupaten Banjar juga masih mendistribusikan air bersih ke 96 titik yang tersebar di 84 desa pada 17 kecamatan dengan mengerahkan enam unit mobil tangki.
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Noripansyah menyebutkan pihaknya mengerahkan 16 unit pelaksana teknis daerah (UPTD) puskesmas untuk menangani dampak karhutla sekaligus mengantisipasi kekurangan air bersih di 11 lokasi.
Data Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.103 kasus sesak napas, 16.260 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan 1.712 kasus diare, sehingga penguatan pelayanan kesehatan menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama di wilayah terdampak.
"Kami mengerahkan 16 UPTD puskesmas untuk mendukung penanganan dampak karhutla sekaligus mengantisipasi persoalan kekurangan air bersih," kata Noripansyah.
Sementara itu, Bupati Banjar H Saidi Mansyur meminta seluruh SKPD meningkatkan kolaborasi dengan BPBD agar penanganan karhutla, pemenuhan air bersih, dan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan efektif, termasuk mempercepat penyelesaian produk hukum yang masih tertunda menjelang akhir tahun anggaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!