Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pesisir Pandeglang Tetap Melaut

1 Minggu, 01 Nov 2026, 14:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pesisir Pandeglang Tetap Melaut Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Pesisir Pandeglang Tetap Melaut Doc: ANTARA
Ket. Perahu nelayan ditambatkan di TPI Labuan Kabupaten Pandeglang setelah melaut di Perairan Selat Sunda dan kembali melaut pukul 04.00 WIB.

PANDEGLANG – Sejumlah nelayan pesisir Pandeglang, Banten meliputi Pantai Pantai Labuan, Carita , Panimbang, dan Sumur tetap melaut tak terpengaruh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

‎"Kita beberapa hari terakhir masih menangkap ikan di laut, karena kondisi cuaca relatif normal," kata Sodikin, seorang nelayan TPI Labuan Pandeglang, Minggu (01/11).

‎Selama ini, tangkapan nelayan di pesisir Pandeglang relatif baik dan melimpah menyusul cuaca di perairan itu relatif normal. ‎Ketinggian gelombang diperkirakan 1,5 meter, sehingga nelayan merasa aman untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

Nelayan tradisional mulai melaut pukul 4.00 WIB dan kembali ke tempat pelelangan ikan (TPI) pukul 10.00 WIB. ‎Bahkan, sejak beberapa bulan terakhir tangkapan ikan naik dua kali lipat, sehingga menambah pendapatan ekonomi keluarga.

‎"Kami sekarang bisa pulang membawa uang bersih sekitar Rp1,3 juta dari sebelumnya Rp400 ribu juga terkadang nihil," katanya.

Mulyadi , seorang nelayan TPI Carita mengatakan dirinya bersama puluhan nelayan lainnya melaut, meski aktivitas GAK yang berada di Perairan Selat Sunda dengan Perairan Lampung berstatus siaga Level III.

‎Namun, nelayan di sini mematuhi rekomendasi radius 5 kilometer dari erupsi GAK. ‎"Meski erupsi gunung, nelayan Perairan Banten bagian barat tetap melaut," ujarnya.

‎Menurut dia, populasi ikan pelagis di pesisir Pandeglang merupakan habitatnya dan menjadi andalan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

‎Jenis ikan pelagis besar itu, antara lain ikan tuna, cakalang, layur, tengiri, marlin, wahoo, sarden, barakuda, dan tongkol. ​​​​​​​‎Sedangkan ikan pelagis kecil, di antaranya ikan layang, lemuru, kembung, tembang, selar, dan japuh.

‎Harga ikan pelagis besar dan kecil tergantung kualitas dengan harga bervariasi berkisar Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram. ‎"Kami merasa terbantu ekonomi keluarga dengan adanya peningkatan tangkapan ikan," ujarnya.

‎Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, mengatakan pihaknya minta nelayan yang melakukan aktivitas melaut agar tidak mendekati kawasan erupsi GAK.

‎Berdasarkan laporan status GAK siaga Level III dengan radius 5 kilometer dari pusat erupsi. ‎"Kami minta nelayan melaut waspada dan hati-hati dengan mengutamakan keselamatan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sekjen PBB Ungkap 3 Miliar ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.