Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemkot Sawahlunto Borong Batik Hasil Pelatihan, Dorong Perajin Terus Berproduksi

1 Minggu, 01 Nov 2026, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Sawahlunto Borong Batik Hasil Pelatihan, Dorong Perajin Terus Berproduksi Pemkot Sawahlunto Borong Batik Hasil Pelatihan, Dorong Perajin Terus Berproduksi Doc: Antara
Ket. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memeriksa beberapa kain batik yang dibuat peserta pelatihan membatik kerja sama Diskoperindag Sawahlunto dengan Balai Pelatihan Industri Padang.

Sawahlunto - Pemerintah Kota (Pemkot) Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), membantu keberlanjutan usaha perajin batik lewat pelatihan dengan membuka peluang pemasaran dan mencarikan solusi terhadap kendala produksi.

“Setelah pelatihan, para perajin perlu didorong agar mampu menghasilkan produk secara konsisten dan memiliki pasar yang jelas. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan mereka, baik dari sisi pemasaran maupun penyelesaian persoalan yang dihadapi selama proses produksi,” kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Minggu (1/11).

Ia menegaskan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dari latihan benar-benar bermanfaat sehingga setelah selesai latihan maka langsung melanjutkan produksi batik tersebut.

Ia mengarahkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sawahlunto untuk mengawasi dan mendampingi para peserta pelatihan membatik setelah pelatihannya selesai.

Dengan demikian, perajin yang tidak melanjutkan produksi batik setelah pelatihan dapat segera didata untuk mengetahui kendala yang dihadapi serta menentukan solusi yang dapat dilakukan.

Ia mengatakan para perajin perlu memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai hambatan selama mengembangkan usaha batik agar tetap produktif dan mampu mencari peluang untuk berkembang.

“Kami paham bahwa namanya dalam berusaha tentu akan ada saja tantangan dan kendala, baik besar maupun kecil. Namun harus ada mindset (pola pikir) bahwa kendala dan tantangan bukan untuk membuat kita berhenti, melainkan membuat kita belajar dan lebih kreatif mencari jalan keluar,” kata dia.

Ia menegaskan apabila perajin nantinya menemui kendala, maka Pemkot Sawahlunto tidak akan tinggal diam, melainkan ikut berpartisipasi membantu agar kendala tersebut bisa diselesaikan.

Selanjutnya, sebagai bentuk dukungan awal terhadap pembukaan potensi pemasaran bagi produk para peserta pelatihan, Wali Kota Riyanda bersama Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Ny Yori Gemitia Riyanda membeli sejumlah kain yang dibuat dalam masa pelatihan itu.

“Kami melihat hasil dari latihan tersebut kainnya bagus-bagus dan sudah sesuai standar UMKM tekstil, jadi kami langsung membeli beberapa kain itu. Kemudian kami juga mengarahkan pimpinan perangkat daerah Pemkot Sawahlunto untuk ikut memesan kain hasil pelatihan membatik ini, sehingga semua kain yang dibuat dalam tahap pelatihan bisa terjual semuanya,” ujar dia.

Ia mengatakan dengan langkah tersebut dapat memberi motivasi bagi para perajin sekaligus menciptakan dan mempromosikan peluang pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto Yori Gemitia Riyanda mengatakan komitmen untuk mendampingi dan mendukung pemasaran batik lokal Sawahlunto dengan membantu promosi di media sosial hingga menggunakan batik tersebut dalam berbagai pertemuan dan event di tingkat daerah maupun nasional.

“Pemerintah daerah selalu terbuka menerima laporan maupun pengaduan dari para perajin, baik secara langsung maupun melalui pesan di media sosial. Sinergi diperlukan untuk mengoptimalkan potensi songket dan batik hasil produksi perajin lokal Sawahlunto,” kata dia.


Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto Tatang Sumarna mengungkapkan pelatihan membatik yang didanai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sawahlunto.

Ia menjelaskan pelatihan tersebut melibatkan instruktur berpengalaman di bidang tekstil serta mencakup sejumlah materi, mulai dari pengenalan peralatan hingga teknik pembuatan batik melalui pembelajaran teori dan praktik.

“Pelatihan menghadirkan instruktur dari Balai Diklat Industri Padang yang berpengalaman sebagai praktisi tekstil dan pernah mengekspor batik ke negara tetangga serta Eropa,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.