Finlandia Luncurkan Penyelidikan Kriminal atas Penebangan Ratusan Ribu Pohon Demi Pusat Data Google
Jumat, 30 Okt 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SFinlandia memang menjadi salah satu tujuan menarik bagi perusahaan teknologi yang ingin membangun pusat data. Selain memiliki stabilitas geopolitik relatif tinggi dan ketersediaan lahan yang luas, iklimnya yang sejuk berpotensi membantu menekan kebutuhan energi untuk sistem pendinginan.
Namun, manfaat ekonomi yang dijanjikan kini berhadapan dengan pertanyaan mengenai besarnya biaya lingkungan yang harus ditanggung masyarakat.
Menurut The Guardian, otoritas Finlandia sedang mempertimbangkan permohonan untuk pembangunan 145 pusat data baru yang berada dalam berbagai tahap perencanaan. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai dampak kumulatif ekspansi industri pusat data terhadap lingkungan dan penggunaan energi.
Kontroversi proyek Google bahkan berkembang menjadi perdebatan nasional. Isu ini diperkirakan dapat memengaruhi pemilihan parlemen Finlandia yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.
Lebih dari 93.000 orang telah menandatangani petisi yang menuntut regulasi pusat data lebih ketat serta kompensasi atas kerusakan lingkungan.
Sejumlah pakar juga mempertanyakan seberapa besar keuntungan yang benar-benar diterima masyarakat lokal dari pembangunan fasilitas tersebut. Pusat data membutuhkan investasi besar, tetapi jumlah tenaga kerja yang diserap setelah fasilitas beroperasi relatif terbatas dibandingkan nilai investasinya.
Jussi Kangasharju, profesor ilmu komputer di Universitas Helsinki, bahkan menilai manfaat proyek pusat data bagi Finlandia sangat minim.
“Sebenarnya, bagi Finlandia, tidak ada manfaat sama sekali,” kata Kangasharju.
Menurut dia, pusat data tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari bisnis perusahaan internasional yang melayani pelanggan di berbagai negara.
“Pusat data pada akhirnya hanya memberikan sedikit manfaat bagi pihak lain kecuali operator pusat data,” ujarnya.
Penyelidikan kriminal terhadap proyek Google kini menjadi ujian bagi Finlandia dalam menyeimbangkan ambisi menarik investasi teknologi dengan kewajiban melindungi lingkungan.
Di tengah persaingan global membangun infrastruktur kecerdasan buatan, kasus ini juga menyoroti pertanyaan yang lebih luas: seberapa jauh negara bersedia memberikan ruang bagi ekspansi perusahaan teknologi ketika manfaat ekonomi yang dijanjikan harus berhadapan dengan kerusakan lingkungan yang nyata?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!