Kementan Targetkan 350 Koperasi Hortikultura Mandiri dengan Omzet hingga Rp10 Miliar
Jumat, 30 Okt 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Yogyakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memperkuat kelembagaan ekonomi petani hortikultura yang mencakup 13 kabupaten dengan total lahan kering lebih 10 ribu hektare, guna mendongkrak kemandirian serta daya saing agribisnis dari hulu hingga hilir.
Hal itu disampaikan Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Freddy Lumban Gaol di sela-sela pertemuan teknis nasional Horticulture Development i Dryland Areas Sector Project (HDDAP) 2026 di Yogyakarta, Kamis (29/10) malam.
"Ini adalah projek pengembangan holtikultura di lahan kering. Kami ingin membuat suatu revolusi, yang artinya kita enggak mau hanya sebatas project pemberian saja, tapi kita mempersiapkan fondasi sistem. Ekosistem dari hulu ke hilir kita siapin," ujar Freddy.
Program strategis ini dirancang agar para petani tidak lagi bergantung secara penuh pada APBN, melainkan mampu mengelola bisnis secara mandiri dan berorientasi profit.
"Jadi ekosistem ini hulu hilir ini begitu kita siapkan, nanti kalau udah ada anggarannya lagi, mereka udah mandiri dan bersatu dalam satu kelembagaan ekonomi petani, yaitu koperasi hortikultura, satu identitas," tambahnya.
Melalui pendekatan klaster berbasis wilayah dan komoditas, program ini ditargetkan mampu membentuk sekitar 350 koperasi hortikultura berbadan hukum resmi di tahun 2029 dengan mengelola omset Rp5-Rp10 miliar per satu koperasi.
"Mudah-mudahan bisa buat bank hortikultura, sehingga bisa untuk membiayai mereka sendiri, sehingga mereka akan mandiri dan tidak ada ketergantungan terhadap APBN," jelas Freddy.
Selain memperkuat kelembagaan di tingkat hulu, Kementerian Pertanian juga mendorong transformasi di sektor hilir agar produk-produk pertanian dari kawasan lahan kering memiliki nilai tambah yang tinggi di pasar domestik maupun internasional.
"Jadi di hilirisasi kita harus punya nilai tambah, jadi semua pertanian hortikultura harus berani diversifikasi produk, enggak lagi cuman memproduksi lalu ke pengepul, lalu berdaya saing, dia harus punya kemasan, harus punya brand-nya," tegasnya.
Langkah konkret dari penguatan ekosistem hulu hingga hilir ini juga diwujudkan melalui peluncuran Koperasi Ekonomi Petani serta fasilitas kemitraan ekspor produk unggulan daerah ke pasar global.
"Yang tadinya di pengepul, kita akan naikkan mereka ke retail modern, ke ekspor, makanya ini nanti habis ini selain dari peluncuran kelembagaannya, kita langsung ada satu yang kita lakukan fasilitas kemitraan untuk ekspor," pungkas Freddy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!