Finlandia Luncurkan Penyelidikan Kriminal atas Penebangan Ratusan Ribu Pohon Demi Pusat Data Google
Jumat, 30 Okt 2026, 00:06 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
HELSINKI – Proyek ambisius Google membangun pusat data di Finlandia kini menghadapi persoalan hukum. Kepolisian Finlandia meluncurkan penyelidikan kriminal atas dugaan pelanggaran aturan lingkungan setelah anak perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat itu menebang hutan dalam skala besar sebelum menuntaskan penilaian dampak lingkungan.
Penyelidikan tersebut berpusat pada lahan pembangunan pusat data di Muhos, wilayah pedesaan Finlandia utara. Tuike Finland, anak perusahaan Google, diduga telah menebang dan mengeringkan sekitar 330 hektare hutan tanpa menyelesaikan prosedur penilaian dampak lingkungan yang diwajibkan oleh hukum setempat.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (29/10), kepolisian Finlandia menyatakan temuan awal menunjukkan adanya persoalan dalam sistem drainase dan pengelolaan air di lokasi proyek tersebut.
“Berdasarkan informasi awal, terdapat ambiguitas dan kekurangan dalam sistem drainase dan pengelolaan air di lokasi pembangunan proyek pusat data Tuike Finland Oy,” demikian pernyataan kepolisian Finlandia.
Penyelidikan kriminal akan mendalami berbagai keadaan yang berkaitan dengan persoalan tersebut, termasuk kemungkinan pelanggaran ketentuan lingkungan.
Kasus ini menambah tekanan terhadap Google setelah otoritas Finlandia sebelumnya memerintahkan penghentian pekerjaan persiapan di dua lokasi pembangunan pusat data, yakni Muhos dan Otanmäki, yang berjarak sekitar 100 kilometer ke arah tenggara.
Perintah itu dikeluarkan setelah perusahaan diketahui belum menyelesaikan penilaian dampak lingkungan sebelum melakukan pembukaan lahan secara besar-besaran.
Otoritas pengawas yang menangani perizinan dan penilaian lingkungan meminta Google menghentikan seluruh kegiatan persiapan yang berpotensi mengubah kondisi lingkungan di kedua lokasi tersebut.
Skala kerusakan hutan yang dipersoalkan juga tidak kecil. Para aktivis memperkirakan sekitar 250.000 pohon telah ditebang di Muhos, sedangkan 150.000 pohon lainnya dibabat di Otanmäki.
Dengan demikian, jumlah pohon yang diperkirakan telah ditebang di kedua lokasi mencapai sekitar 400.000 batang.
Manajer Google untuk Finlandia, Antti Järvinen, telah menyampaikan permintaan maaf atas penebangan tersebut. Namun, ia menyatakan perusahaan bertindak berdasarkan pemahaman terbaik yang dimiliki saat itu mengenai ketentuan hukum yang berlaku.
Pernyataan itu belum menghentikan perdebatan mengenai tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap lingkungan maupun ketatnya pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur digital.
Investasi Triliunan Euro Picu Perdebatan
Persoalan ini menjadi sorotan karena proyek pusat data Google merupakan bagian dari investasi teknologi berskala sangat besar di Finlandia.
Pada September lalu, Google mengumumkan rencana investasi infrastruktur kecerdasan buatan senilai 13 miliar euro. Perusahaan menyebutnya sebagai investasi terbesar Google di Eropa.
Pemerintah Finlandia sebelumnya menyambut positif rencana tersebut. Perdana Menteri Petteri Orpo pada September menyatakan bahwa menarik investasi merupakan prioritas utama pemerintah dan kesepakatan dengan Google akan memberikan manfaat jangka panjang bagi negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!