Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Soroti Lambatnya Pemulihan Ekosistem Global

30 Jumat, 30 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
PBB Soroti Lambatnya Pemulihan Ekosistem Global PBB Soroti Lambatnya Pemulihan Ekosistem Global Doc: afp
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PARIS - Berbagai negara tengah memulihkan sekitar 252 juta hektare kawasan alam, jumlah tertinggi yang tercatat menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, capaian tersebut masih jauh dari target global yang ditetapkan untuk 2030.

“Laporan ini mencakup upaya restorasi terbesar yang terdokumentasi dalam sejarah,” kata Doreen Robinson dari Program Lingkungan PBB (UNEP).

Dilansir dari AFP, luas kawasan yang dipulihkan tersebut setara dengan wilayah Argentina atau Aljazair.

Meski demikian, laporan itu memperkirakan laju restorasi perlu ditingkatkan hingga tiga kali lipat untuk mencapai target pemulihan satu miliar hektare pada 2030. Pendanaan juga perlu ditingkatkan secara signifikan, terutama dari sektor swasta.

Upaya restorasi yang tercatat di 149 negara sebagian besar dilakukan di daratan, dengan cakupan 232 juta hektare. Sementara itu, restorasi mencakup 11 juta hektare perairan pedalaman serta 5,7 juta hektare wilayah laut dan pesisir.

“Hal ini jauh tertinggal dari ambisi baik di ekosistem air tawar (perairan darat) maupun ekosistem laut dan pesisir, padahal ekosistem-ekosistem ini mengalami degradasi dengan laju tertinggi,” demikian peringatan dalam laporan tersebut.

Sebagai bagian dari Dekade Restorasi Ekosistem PBB periode 2021–2030 dan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal yang diadopsi pada 2022, negara-negara telah berkomitmen mengambil langkah untuk menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati dan melindungi lingkungan.

Kerangka kerja Kunming-Montreal menetapkan target perlindungan 30 persen wilayah daratan dan laut pada akhir dekade ini.

Selain memulihkan ekosistem melalui berbagai langkah, termasuk penanaman kembali pohon, restorasi alam juga mendorong penciptaan lapangan kerja. Laporan tersebut mencatat sekitar satu juta pekerjaan terkait restorasi telah tercipta, dengan target meningkat menjadi 32 juta pekerjaan pada 2030.

Dalam hal luas kawasan yang dipulihkan, Tiongkok mencatat capaian terbesar, yakni 137 juta hektare. Negara tersebut diikuti Mongolia, Kazakhstan, dan Etiopia.

Laporan itu diterbitkan di tengah Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP17) yang berlangsung di Armenia hingga akhir pekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Luar Negeri
PBB Soroti Lambatnya Pemuli...
Nasional
UMKM Butuh Izin Mudah, Buka...
Olahraga
Akuatik Diharapkan Mendulan...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.