Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Tembus 68 Orang, Gara-gara Gangguan Sinyal?
Kamis, 29 Okt 2026, 05:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SOperator infrastruktur kereta api Spanyol, ADIF, telah menangguhkan layanan kereta cepat antara Madrid dan wilayah Andalusia di selatan. Garda Sipil juga mengirimkan tim investigasi bencana ke lokasi kejadian.
Pemerintah tetapkan tiga hari berkabung
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendatangi lokasi kecelakaan di Urda dan mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober.
Sanchez berjanji pemerintah akan mengusut tragedi tersebut secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan kelalaian dan kegagalan sistem.
“Spanyol sedang berduka,” katanya.
“Kita akan menyelidiki sampai tuntas, dan jika ada kelalaian, itu akan terungkap, dan jika ada kegagalan sistem, akan ada respons yang tegas.”
Sanchez juga menyatakan bahwa kecelakaan tersebut menjadi pukulan berat bagi negara yang memiliki jaringan kereta cepat luas.
“Yang tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol adalah mengalami dua kecelakaan kereta api di tahun yang sama,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengatakan penyebab kecelakaan terbaru itu tampaknya tidak berkaitan dengan insiden kereta sebelumnya.
Wali Kota Madrid Jose Luis Martinez-Almeida menyatakan pemerintah ibu kota turut mengirimkan tim medis darurat dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu operasi penyelamatan.
Lebih dari 200 personel Unit Kedaruratan Militer juga dikerahkan ke lokasi. Sementara itu, pemerintah kota Los Yebenes mengumpulkan makanan dan kebutuhan dasar bagi petugas serta orang-orang yang terdampak.
Tragedi berulang, pemerintah kembali disorot
Kecelakaan terbaru ini terjadi sembilan bulan setelah kecelakaan kereta berkecepatan tinggi pada jalur dan operator yang sama dilaporkan menewaskan 46 orang.
Jurnalis Graham Keeley, yang melaporkan dari Spanyol kepada Al Jazeera, menilai tragedi terbaru tersebut menjadi ujian berat bagi pemerintah, terlebih menjelang pemilihan umum yang menurut laporannya akan berlangsung sekitar satu bulan lagi.
Ia mengingatkan bahwa setelah kecelakaan pada Januari, pemerintah telah berjanji melakukan pemeriksaan terhadap seluruh jalur kereta di negara tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!