Riset Canggih, Unikorn Ditunggu: Siapkah Ekosistem RI?
Rabu, 28 Okt 2026, 22:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, kepercayaan menjadi faktor penting bagi perusahaan berbasis penelitian untuk memperoleh dukungan investasi, terutama ketika pengembangan teknologi membutuhkan waktu dan pembiayaan sebelum dapat dimanfaatkan secara komersial.
"Investor tidak takut pada risiko, tetapi mereka takut pada ketidakpastian," tutur Fauzan.
Dari sisi dukungan pemerintah, Kemdiktisaintek pada 8 Juli 2026 melaporkan telah mengucurkan pendanaan sekitar Rp454 miliar untuk lebih dari 1.070 judul penelitian aplikatif yang melibatkan kerja sama perguruan tinggi dan industri.
Kementerian tersebut juga membuka skema Hackathon Deeptech dengan fasilitas pendanaan hingga Rp1,5 miliar bagi perguruan tinggi penyelenggara untuk menjaring solusi teknologi atas persoalan nyata, antara lain di bidang semikonduktor, pangan, dan energi.
Sementara itu, melalui Program Katalisator Kemitraan Berdikari 2026, pemerintah mengembangkan tiga skema, yakni Mandala, SKALA+, dan Saintek Nusantara, untuk memperluas penerapan hasil penelitian sesuai kebutuhan masyarakat dan daerah.
Pada 27 Oktober 2026, Fauzan juga menekankan pentingnya hilirisasi riset genomik dan bioteknologi agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk atau usaha berbasis teknologi di bidang kesehatan, pangan, dan industri.
Ia menilai kerja sama antara peneliti, perguruan tinggi, pelaku industri, dan investor diperlukan agar inovasi dapat menjawab kebutuhan pasar sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!