Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemkot Bandung Revitalisasi Pasar Cijerah demi Perluas Aktivitas Ekonomi

27 Selasa, 27 Okt 2026, 16:08 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Revitalisasi Pasar Cijerah demi Perluas Aktivitas Ekonomi  Pemkot Bandung Revitalisasi Pasar Cijerah demi Perluas Aktivitas Ekonomi  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, kenyamanan, penataan, hingga fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.

Pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan kondisi yang kurang tertata ini kini berkembang menjadi ruang perdagangan yang lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan Cijerah Food Market sebagai upaya memperluas aktivitas ekonomi.

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung, Denny Arifin, mengatakan revitalisasi pasar berlangsung selama 7-8  bulan. Proses pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan para pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

“Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak,” ujar Denny saat ditemui di kawasan Pasar Cijerah Cerah, Senin (26/10).

Menurut dia, perubahan pasar terlihat dari kondisi lingkungan yang lebih bersih, penataan yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai. Pasar ini juga telah melalui proses audit oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dari sisi fasilitas, Pasar Cijerah Cerah kini memiliki toilet yang lebih representatif, fasilitas keamanan dan kebersihan, serta area parkir yang lebih tertata. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di sejumlah area yang disediakan, baik untuk sepeda motor maupun mobil.

Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu perubahan penting setelah revitalisasi. Pasar kini mulai mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).

Denny menjelaskan, pengolahan tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dengan hasil budidaya maggot kurang lebih 12 kilogram per minggu. Maggot yang dihasilkan kemudian disalurkan untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar wilayah pasar.

“Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola,” kata dia.

Selain memperbaiki fasilitas pasar tradisional, pengelola juga mengembangkan Cijerah Food Market yang diluncurkan pada 17 Oktober 2026. Area kuliner ini dihadirkan untuk menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memperluas peluang usaha bagi para pelaku usaha kuliner.

Di Cijerah Food Market, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional dan kopi. Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon tenant yang ingin mengembangkan usaha di kawasan tersebut.

Denny berharap keberadaan area kuliner ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

“Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik,” tutur dia.

Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola, turut digelar untuk menarik kunjungan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Disdik Kota Bandung Gelar L...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.