Terancam Tenggelam Akibat Perubahan Iklim, Penduduk Fiji Menolak Relokasi
Selasa, 27 Okt 2026, 09:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
SERUA ISLAND –Saat matahari terbenam di atas Pulau Serua yang mungil di Fiji, penduduknya yang terancam oleh perubahan iklim menikmati salah satu alasan mereka menolak upaya relokasi desa mereka: "pemandangan senilai 100 juta dolar".
Dari daratan utama, pulau ini tampak seperti surga, dengan dua bukit curam yang ditutupi pohon palem mengapit bagian tengahnya yang rendah, diapit oleh terumbu karang dan lahan perikanan yang kaya.
Namun, risiko akibat naiknya permukaan laut menjadi lebih jelas di pulau itu. Tembok laut beton menjadi satu-satunya pertahanan terhadap gelombang yang sudah menenggelamkan rumah-rumah.
"Semakin tinggi tekanan udara, semakin tinggi gelombangnya. Jadi gelombang tersebut menerobos masuk ke desa," kata Avenai Ranuku, warga Pulau Serua, kepada AFP.
Puluhan rumah berada dalam bahaya ketika siklon melanda Fiji, begitu pula tanaman sayur dan makam.
Air menggenang di kaki tiang-tiang beton tempat rumah-rumah dan sebuah rumah sakit pernah berdiri di ujung timur pulau, dan dua rumah juga dipindahkan dari sisi barat tempat tanah telah terkikis.
Terlepas dari risikonya, sebagian besar penduduk mengatakan mereka lebih memilih memperkuat pertahanan pulau daripada meninggalkan rumah leluhur mereka.
Ranuku ingat ketika siklon kategori lima Winston melanda saat ia masih kecil dan penduduk pulau itu pindah ke salah satu puncak pulau untuk berlindung.
"Mengerikan," kata Ranuku tentang malam itu.
"Semua penduduk desa, ketika kepala desa menyebutkannya, kami langsung berangkat. Tidak ada yang tertinggal. Kami membantu semua orang, membawa semua barang dari rumah, termasuk makanan. Ini adalah rencana evakuasi kami."
Berada di tempat yang lebih tinggi dan aman, Ranuku dapat mendengar "ombak berputar-putar, dan atap rumah-rumah tersapu ombak".
Dari tempat perlindungan yang sama di atas bukit itu, Ranuku menjelaskan mengapa ancaman siklon dan kenaikan permukaan laut tidak menghalangi orang untuk tinggal di pulau tersebut.
"Kami menyukai pulau ini, Anda tahu. Udara segar, pergi memancing setiap hari, itulah mengapa mereka tidak ingin pergi."
"Dulu banyak orang mengatakan, mereka pergi ke rumah di atas bukit itu untuk melihat matahari terbenam, pemandangannya bernilai 100 juta dolar."
Terus-menerus Terancam
Desa Serua bekerja sama dengan Habitat for Humanity pada tahun 2025 menyusun rencana pengurangan risiko bencana yang terperinci, karena sebagian besar penduduk menolak seruan untuk relokasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!