Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Inalum Ungkap Rahasia Hilirisasi Mineral, Benarkah Bisa Dongkrak Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja?

27 Selasa, 27 Okt 2026, 10:17 WIB | Oleh:
Inalum Ungkap Rahasia Hilirisasi Mineral, Benarkah Bisa Dongkrak Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja? Inalum Ungkap Rahasia Hilirisasi Mineral, Benarkah Bisa Dongkrak Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja? Doc: Antara foto/HO Inalum
Ket. Pekerja PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

JAKARTA - Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Arif Haendra menegaskan hilirisasi aluminium terbukti meningkatkan nilai tambah bauksit sekaligus mendorong penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Arif menjelaskan, peningkatan nilai tambah terjadi melalui pengolahan bauksit menjadi alumina, kemudian menjadi aluminium hingga produk turunannya yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"40 dolar AS harga bauksit ini, kalau menjadi alumina harganya sekitar 400-an (dolar AS). Artinya sudah 10 kali lipat naik," kata Arif dikutip di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, pengolahan bauksit menjadi alumina membutuhkan biaya proses sekitar 250–300 dolar AS per ton. Dengan harga alumina sekitar 400 dolar AS per ton, terdapat selisih sekitar 100 dolar AS per ton sebelum memperhitungkan biaya lainnya.

Menurut dia, nilai produk meningkat kembali ketika alumina diolah menjadi aluminium. Harga alumina yang berada di kisaran 400 dolar AS per ton dapat meningkat menjadi sekitar 3.200–3.500 dolar AS per ton setelah menjadi aluminium. Sehingga total peningkatan nilai tambah hilirisasi bauksit menjadi aluminium dapat mencapai hingga 70 kali lipat.

Arif mengatakan, hilirisasi juga memberikan dampak ekonomi melalui penerimaan pajak, penyerapan tenaga kerja, aktivitas transportasi, serta tumbuhnya kegiatan ekonomi di sekitar kawasan industri.

Salah satu contohnya terlihat di Mempawah, Kalimantan Barat, yang menjadi lokasi pengembangan industri pengolahan alumina. Menurut Arif, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut meningkat seiring berkembangnya kegiatan industri dan ekonomi pendukung.

Ia menyebutkan, pengembangan industri di Mempawah diproyeksikan membuka sekitar 130.000 lapangan kerja baru. Perkembangan industri alumina turut mendorong pertumbuhan aktivitas pelabuhan dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Selain pengolahan alumina menjadi aluminium, ia menilai pengembangan industri hilir perlu dilanjutkan ke produk yang memiliki spesifikasi dan kegunaan lebih beragam.

Menurut Arif, aluminium yang telah diolah menjadi billet dapat digunakan sebagai bahan baku proses ekstrusi untuk menghasilkan berbagai produk, termasuk profil aluminium untuk bangunan.

Selain itu, aluminium juga dapat digunakan dalam pembuatan kabel listrik, komponen otomotif, hingga material baterai kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
PLN Group Sabet Dua Penghar...
Megapolitan
Banyak Kegiatan Internasion...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.