Code Stroke Percepat Penanganan Stroke Akut, Peluang Pemulihan Pasien Lebih Besar
Selasa, 27 Okt 2026, 18:50 WIB | Oleh: Haryo BronoTeknologi Pencitraan Membantu Menentukan Terapi
Penerapan Code Stroke di RS Pondok Indah Group didukung teknologi pencitraan, antara lain MRI Brain 3 Tesla dan CT scan kepala 512-slice. Teknologi tersebut membantu dokter memperoleh gambaran kondisi otak dan pembuluh darah untuk mendukung proses diagnosis serta pemilihan terapi.
“Pencitraan otak menjadi bagian penting dalam penanganan stroke akut karena gejala akibat penyumbatan dan perdarahan dapat terlihat serupa. Tanpa pemeriksaan yang memadai, penentuan terapi berisiko tidak sesuai dengan penyebab stroke yang dialami pasien,” tuturnya.
Meski teknologi berperan penting, keberhasilan sistem Code Stroke juga bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan koordinasi antartim. Kecepatan pemeriksaan, komunikasi yang efektif, serta kesiapan memberikan tindakan lanjutan menjadi bagian dari proses penanganan yang harus berjalan secara terpadu.
RS Pondok Indah Group juga bekerja sama dengan World Stroke Organization (WSO) melalui Angels Initiative, sebuah program yang berfokus pada peningkatan kualitas perawatan stroke akut. Kerja sama tersebut mencakup pelatihan tenaga medis mengenai protokol respons stroke, percepatan diagnosis, dan peningkatan kualitas intervensi.
Rumah sakit tersebut juga menerima pengakuan melalui WSO Angels Awards, penghargaan yang diberikan kepada fasilitas kesehatan berdasarkan standar dan indikator mutu pelayanan stroke. Penilaian dalam program ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas penanganan, mulai dari diagnosis hingga perawatan pasien.
Masyarakat Perlu Mengenali Gejala Stroke
Selain kesiapan rumah sakit, pengetahuan masyarakat mengenai gejala stroke menjadi faktor penting dalam mempercepat pertolongan. Pasien atau keluarga yang terlambat mengenali gejala dapat kehilangan kesempatan untuk memperoleh terapi tertentu yang manfaatnya bergantung pada waktu.
Gejala stroke dapat muncul secara mendadak, antara lain kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, mulut tampak mencong, bicara pelo atau sulit berbicara, gangguan penglihatan, serta kesulitan melakukan aktivitas sederhana yang sebelumnya dapat dilakukan.
Ketika gejala tersebut muncul, masyarakat sebaiknya segera menghubungi layanan kegawatdaruratan atau membawa pasien ke rumah sakit yang mampu menangani stroke. Waktu terakhir pasien diketahui dalam kondisi normal juga perlu disampaikan kepada petugas medis karena informasi tersebut membantu menentukan pilihan pemeriksaan dan terapi.
Penanganan stroke tidak berhenti setelah fase darurat teratasi. Pasien juga dapat memerlukan pemantauan, pengobatan lanjutan, serta rehabilitasi untuk membantu memulihkan kemampuan bergerak, berbicara, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Melalui penerapan Code Stroke, koordinasi tenaga medis, dan dukungan teknologi pencitraan, rumah sakit berupaya mempercepat proses penanganan sejak pasien tiba hingga tindakan medis ditentukan. Namun, hasil pemulihan tetap dipengaruhi oleh jenis dan tingkat keparahan stroke, kondisi pasien, serta kecepatan pasien memperoleh pertolongan.
“Bagi masyarakat, langkah yang paling penting adalah mengenali gejala stroke dan segera mencari bantuan medis. Dalam kondisi darurat ini, menunda pemeriksaan dapat mengurangi kesempatan untuk memperoleh penanganan yang optimal,” tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!