Tim Eksekusi Mati Christa Pike Telah Memperingatkan Pembuluh Darahnya Mungkin Sudah Pecah sebelum Diberi Suntikan Mati
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 04:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STim kemudian membuang jarum berukuran 20 yang sebelumnya digunakan. Mereka mempertanyakan apakah jarum tersebut cukup panjang untuk mencapai pembuluh darah.
“Ini tidak cukup panjang. Jarum terpanjang apa yang kalian punya?” demikian percakapan yang tercatat dalam keterangan tersebut.
Tiga menit berselang, tepatnya pukul 18.57, anggota kedua kembali memperingatkan bahwa pembuluh darah Pike “mungkin akan pecah”.
Spivey mencatat, “Anggota kedua dan anggota tim IV nomor 3 memeriksa lokasi pemasangan dan menusuknya. Keduanya mengatakan bahwa mereka 'tidak bisa memastikan'.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski masih diliputi ketidakpastian, tim infus memutuskan bahwa jalur infus telah berhasil dipasang hanya dua menit kemudian. Namun, mereka segera mengetahui bahwa jalur tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Saya harus bekerja lagi,” kata anggota kedua sambil menarik jarum dari lengan kiri Pike. Spivey juga mencatat bahwa jarum tersebut tampak sangat bengkok.
Pada pukul 19.08, anggota kedua meminta tim menghentikan sejenak pekerjaan mereka untuk mempertimbangkan kembali langkah yang harus dilakukan.
“Mari kita berkumpul kembali,” katanya.
Tim kemudian kembali memeriksa lengan kanan Pike dan mengorek-ngorek area di sekitar lokasi penyuntikan.
Lima menit kemudian, pada pukul 19.13, anggota kedua memberi tahu Pike secara langsung bahwa mereka “telah menemukannya”. Tim pun mengira penyuntikan pentobarbital yang akan mengakhiri hidupnya dapat segera dimulai.
Banyaknya keraguan dan kegagalan dalam menemukan pembuluh darah, termasuk peringatan mengenai kemungkinan pembuluh darah pecah, memperkuat salah satu teori utama tentang penyebab Pike selamat dari eksekusi tersebut.
Jika pentobarbital masuk langsung ke aliran darah dalam dosis yang sangat tinggi, Pike hampir pasti akan meninggal. Namun, apabila pembuluh darahnya pecah, obat tersebut dapat masuk ke jaringan di sekitar lengan, menyebabkan cedera parah tanpa langsung membunuhnya.
Keterangan Spivey mencatat bahwa pada pukul 19.34, Pike berteriak kesakitan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!