13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Terbakar
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 17:53 WIB | Oleh: Tim PenulisDi sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan upaya perbaikan metode penghitungan luas karhutla menggunakan citra satelit untuk meningkatkan akurasi pemantauan titik panas di sejumlah wilayah prioritas.
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyampaikan laporan tersebut dalam sidang kabinet yang sama. Ia mengatakan BNPB terus memperbaiki metode penghitungan sejak dirinya dilantik pada 15 Oktober 2026.
"Izin Bapak Presiden melaporkan bahwa sejak kami dilantik per tanggal 15 Oktober 2026, kami terus mengambil langkah memperbaiki metode penghitungan dengan menggunakan citra satelit," kata Kristomei.
BNPB menetapkan lima provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dari kelima provinsi tersebut, peningkatan kejadian karhutla tercatat di Sumatera Selatan dan Jambi, meskipun belum terlalu signifikan.
"Sehingga ada lima provinsi prioritas hari ini, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dan untuk yang mengalami penaikan itu adalah di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi hari ini, tapi tidak terlalu signifikan," ujarnya.
Selain memperbaiki pemantauan, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca melalui penyemaian es kering (dry ice) untuk membantu memicu hujan di wilayah yang membutuhkan penanganan karhutla.
Kristomei melaporkan sebanyak 3.100 kilogram es kering telah disemai sejak 20 Oktober melalui lima sorti penerbangan. Khusus di Sumatera Selatan, penyemaian dilakukan dalam satu sorti dengan menggunakan 800 kilogram es kering.
Menurut dia, upaya tersebut diikuti penurunan kadar partikulat di udara serta peningkatan jarak pandang di Palembang dari 700 meter menjadi 7.000 meter.
"Sehingga ada penurunan PM (particulate matter/kadar polusi udara), PM 2, 2,5 turun, kemudian jarak pandang atau visibility di Palembang saya bisa dari 700 meter menjadi 7.000 meter," kata Kristomei.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!