Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jobstreet by Seek Dorong Keamanan Rekrutmen Digital, Ingatkan Risiko Kebocoran Data

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 23:30 WIB | Oleh:
Jobstreet by Seek Dorong Keamanan Rekrutmen Digital, Ingatkan Risiko Kebocoran Data Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi serangan siber. Jobstreet by Seek mengingatkan perusahaan dan pencari kerja untuk melindungi data pribadi dalam proses rekrutmen digital melalui kebiasaan keamanan siber dan pengelolaan data yang lebih aman.

JAKARTA — Jobstreet by Seek mendorong perusahaan dan pencari kerja memperkuat perlindungan data dalam proses rekrutmen digital. Upaya ini dinilai penting karena proses perekrutan melibatkan pertukaran berbagai informasi pribadi, mulai dari data kontak dan riwayat pekerjaan hingga kredensial untuk mengakses akun.

Dalam rangka Cybersecurity Awareness Month yang diperingati setiap Oktober, Jobstreet by Seek menyoroti pentingnya membangun ekosistem rekrutmen digital yang aman melalui tanggung jawab bersama perusahaan, perekrut, platform, dan pencari kerja.

Laporan Lanskap Keamanan Siber Indonesia 2024 dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 330.527.636 anomali trafik siber di Indonesia sepanjang 2024. Sementara itu, laporan INTERPOL Asia and South Pacific Cyberthreat Assessment Report 2025/2026 mencatat lebih dari 135.000 serangan terkait ransomware di kawasan Asia dan Pasifik Selatan pada 2024.

Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas mencurigakan di ruang digital. Namun, anomali trafik tidak selalu berarti insiden keamanan yang telah terkonfirmasi. Karena itu, perusahaan dan individu perlu membangun kebiasaan keamanan yang dapat mengurangi risiko kebocoran, pencurian, maupun penyalahgunaan data.

Dalam proses rekrutmen, perusahaan dan perekrut bertanggung jawab menjaga informasi kandidat melalui pengaturan akses dan tata kelola data yang tepat. Kebocoran dapat berdampak pada privasi pencari kerja, kepercayaan terhadap perusahaan, serta kelancaran proses perekrutan. Akun perekrut yang tidak terlindungi juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi pihak yang tidak berwenang untuk mengakses sistem dan informasi internal.

Di sisi lain, pencari kerja perlu berhati-hati dalam membagikan informasi melalui CV dan profil profesional. Data seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor rekening, alamat rumah lengkap, tanggal lahir lengkap, serta informasi kontak pihak lain berisiko disalahgunakan jika tersebar tanpa kebutuhan yang jelas.

Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk rekayasa sosial, pengambilalihan akun, hingga penyalahgunaan identitas. Oleh karena itu, pencari kerja perlu memperlakukan jejak digital sebagai bagian dari aset profesional yang harus dijaga.

Integrasi Platform untuk Membatasi Penyebaran Data

Selain mengingatkan pentingnya kebiasaan keamanan, Jobstreet by Seek menyoroti peran teknologi dalam membantu melindungi informasi selama proses perekrutan. Melalui pembaruan integrasi platform, sejumlah tahapan rekrutmen dapat dilakukan dalam satu lingkungan, mulai dari pencarian kandidat yang relevan, penyusunan daftar kandidat terpilih (shortlisting), hingga tahapan penyaringan tertentu dengan dukungan AI agentik.

Pengintegrasian proses tersebut dapat mengurangi kebutuhan memindahkan informasi kandidat ke berbagai kanal atau perangkat eksternal. Dengan demikian, penyebaran salinan data di luar lingkungan platform dapat dibatasi.

Platform ini juga dirancang untuk membantu perekrut bekerja lebih efisien, sementara keputusan strategis dalam proses perekrutan tetap berada di tangan manusia.

Jobstreet by Seek turut menghadirkan Seek Pass, fitur yang memungkinkan pencari kerja menampilkan hasil verifikasi identitas, riwayat pekerjaan, pendidikan, atau kredensial lain yang didukung langsung pada profil Jobstreet. Melalui fitur ini, kandidat dapat membagikan informasi terverifikasi sesuai persetujuan pengguna tanpa harus berulang kali mengirimkan salinan dokumen sensitif melalui email.

Tiga Langkah Melindungi Data Saat Melamar Kerja

Jobstreet by Seek juga mengingatkan pencari kerja agar melakukan sejumlah langkah pencegahan sebelum mengunggah CV atau berkomunikasi dengan perekrut. Salah satunya adalah membatasi informasi pribadi yang dicantumkan dalam dokumen lamaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.