Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Opini: Menimbang Biaya Prabowonomics dalam Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 11:51 WIB | Oleh:

Pembiayaan koperasi melalui pinjaman bank dengan dukungan Dana Desa berpotensi memindahkan risiko keuangan dari anggaran publik ke sistem perbankan. Apabila koperasi gagal membayar utangnya, kerugian yang muncul dapat mengancam stabilitas keuangan.

Kekhawatiran tersebut tercermin dalam survei CELIOS. Sebanyak 66 persen masyarakat dan 91 persen kalangan ahli dilaporkan menolak program koperasi desa tersebut.

Ancaman bencana ekonomi semakin nyata?

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo, Indonesia menghadapi persoalan yang secara harfiah maupun kiasan membuat negeri ini seolah terbakar.

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia dilanda berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir besar, hingga kebakaran hutan yang menghancurkan.

Bencana tersebut menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Kebakaran hutan dan lahan terbaru diperkirakan menyebabkan kerugian ekonomi dan kesehatan mencapai 6,5 miliar dolar AS, menurut perhitungan CELIOS. Angka tersebut disebut sebagai yang terburuk dalam 11 tahun terakhir.

Titik-titik panas menyebar dari Kalimantan Barat hingga Papua Selatan, menghasilkan kabut asap lintas wilayah dan memperburuk gangguan pernapasan.

Beban kesehatan akibat kondisi tersebut ditanggung rumah tangga yang harus membayar biaya pengobatan dalam jangka panjang serta sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola BPJS Kesehatan. Keberlanjutan keuangan lembaga tersebut sendiri telah menjadi perhatian.

Dalam situasi tersebut, Indonesia menghadapi risiko krisis ekonomi yang semakin besar.

Pekan lalu, penyedia indeks global MSCI mengumumkan sedang mempertimbangkan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari kategori pasar negara berkembang menjadi pasar mandiri atau standalone market. Pengumuman itu mengindikasikan meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia.

Pengumuman MSCI muncul setelah transaksi pengambilalihan saham Bayan Resources, salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia, oleh pengusaha batu bara Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Sejumlah analis menilai transaksi tersebut diwarnai berbagai kejanggalan.

Haji Isam merupakan salah satu penyumbang dana terbesar bagi kampanye presiden Prabowo. Ia kini dipandang sebagai salah satu oligark baru yang memiliki pengaruh besar dalam politik Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.