PNBP Perikanan Tembus Rp2,4 Triliun, Ekspor Melesat USD6,27 Miliar
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 14:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA- Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif. Salah satu indikator paling menonjol adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melonjak tajam.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, realisasi PNBP melonjak dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Hingga September 2026, capaian sementara telah menyentuh Rp1,645 triliun.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Rabu (21/10).
Menurut Trenggono, peningkatan PNBP tidak berdiri sendiri. Kenaikan pendapatan negara ini sejalan dengan kenaikan volume produksi perikanan nasional yang merangkak naik dari 23,56 juta ton pada 2024 menjadi 26,25 juta ton pada 2025, serta membukukan angka 19,89 juta ton hingga triwulan III 2026.
Kinerja positif di tingkat produksi dan PNBP tersebut turut mendorong kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pertumbuhan PDB perikanan melompat tajam dari 0,68 persen pada 2024 menjadi 4,95 persen pada 2025, bahkan terus melesat hingga 6,86 persen pada triwulan II 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi perdagangan internasional, daya saing komoditas perikanan Indonesia di pasar global juga makin solid. Hal ini terbukti dari nilai ekspor yang naik dari USD5,95 miliar pada 2024 menjadi USD6,27 miliar pada 2025, serta telah berhasil mengumpulkan USD4,23 miliar hingga Agustus 2026.
Trenggono menegaskan, KKP masih terus berupaya agar produktivitas terus bergerak naik, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, fokus KKP adalah menjalankan enam program prioritas dari Presiden Prabowo.
Keenam program tersebut meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Program-program ini untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan daya saing hasil perikanan kita di pasar domestik maupun global," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!