Ebola Sudah Tembus Nigeria, Wabah Meluas di Afrika: 9.500 Orang Terinfeksi, 4.600 Tewas
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 11:19 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SABUJA – Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pertama di ibu kotanya, Abuja, setelah seorang perempuan yang melakukan perjalanan dari Uganda dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Kasus ini menambah kekhawatiran terhadap penyebaran wabah Ebola yang meluas ke sejumlah negara di Afrika.
Kementerian Kesehatan Nigeria menyatakan perempuan tersebut mulai mengalami gejala pada 7 Oktober 2026. Empat hari kemudian, ia dirawat di sebuah rumah sakit di Abuja dan selanjutnya didiagnosis mengidap Ebola.
Belum diketahui secara pasti kapan perempuan itu tiba di Nigeria. Namun, otoritas kesehatan setempat telah memulai pelacakan terhadap 44 orang yang diidentifikasi pernah melakukan kontak dengannya.
Menteri Kesehatan Nigeria, Muhammad Pate, mengatakan pemerintah berupaya mencegah penularan lebih lanjut melalui pelacakan kontak dan langkah-langkah pengendalian penyakit.
“Kami melakukan segala upaya untuk mengendalikan kasus ini dengan melacak semua kontak yang mungkin dimiliki individu tersebut,” kata Pate.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Uganda menjelaskan bahwa perempuan tersebut hanya transit di Uganda sebelum melakukan perjalanan bisnis ke wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC), yang menjadi salah satu pusat wabah Ebola.
Pemerintah Uganda menegaskan bahwa perjalanan melalui negaranya tidak serta-merta menunjukkan bahwa infeksi terjadi di wilayah tersebut. Lokasi paparan virus masih dalam penyelidikan, sementara Uganda menyatakan tidak memiliki kasus Ebola aktif yang terkonfirmasi.
Otoritas Nigeria belum mengungkapkan kewarganegaraan pasien tersebut.
Wabah meluas ke sejumlah negara
Nigeria menjadi negara terbaru yang melaporkan kasus Ebola di tengah penyebaran wabah ke luar wilayah Kongo. Kenya sebelumnya mengonfirmasi kasus pertamanya pada awal Oktober dan sejak itu mencatat sembilan infeksi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nigeria menyatakan telah meningkatkan pengawasan sejak dua minggu lalu, menyusul laporan kasus Ebola di Kenya. Langkah kesiapsiagaan juga diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus tambahan.
Upaya tersebut mencakup deteksi dini, isolasi pasien, pemeriksaan laboratorium, pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan, pelacakan kontak, komunikasi risiko, serta perlindungan tenaga medis.
Nigeria sendiri telah membentuk gugus tugas Ebola sejak Juni, setelah wabah merebak di Republik Demokratik Kongo pada pertengahan Mei.
Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, Jean Kaseya, memperingatkan bahwa situasi saat ini merupakan ancaman serius. Tingkat kematian dalam wabah tersebut diperkirakan mendekati 50 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!