MSCI akan Hapus Indonesia dari Indeks Globalnya dan Pasar Sudah Memprediksi
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 11:37 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SJAKARTA - Ancaman MSCI untuk mengeluarkan pasar saham Indonesia yang bernilai 1,5 triliun dolar AS dari indeks globalnya telah memicu gejolak besar di pasar keuangan. Bahkan sebelum keputusan final diumumkan, bursa saham Indonesia telah mengalami penurunan tajam yang disebut sebagai salah satu yang terburuk dalam satu generasi.
Dilansir Entreprise AM, pada Jumat (16/10), MSCI menyatakan sedang mempertimbangkan penurunan klasifikasi Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menjadi pasar berstatus standalone atau mandiri. Status ini akan membuat Indonesia keluar dari indeks pasar negara berkembang maupun pasar perbatasan yang menjadi acuan pengelola investasi global.
Indeks utama Bursa Efek Indonesia anjlok hampir 12 persen pada hari itu, penurunan harian terdalam sejak 1998. Pada Senin (19/10), indeks kembali melemah 3,6 persen. Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, penurunan selama dua sesi tersebut menjadi salah satu yang terdalam dalam sejarah pasar saham Indonesia.
Ancaman terbaru ini merupakan peningkatan dari peringatan MSCI pada Januari lalu. Saat itu, penyedia indeks tersebut mengisyaratkan kemungkinan menurunkan klasifikasi Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar perbatasan akibat persoalan transparansi kepemilikan saham dan integritas pasar.
Klasifikasi standalone berada di luar kategori pasar maju, berkembang, dan perbatasan MSCI. Status tersebut diperuntukkan bagi pasar yang dinilai terlalu sulit diakses atau mengalami persoalan struktural sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk dimasukkan ke dalam kategori indeks lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika keputusan itu diambil, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia yang masuk kategori standalone, bergabung dengan pasar seperti Argentina, Lebanon, dan Palestina. Indonesia telah berstatus pasar negara berkembang sejak 1989, ketika MSCI meluncurkan indeks pasar negara berkembangnya.
Keputusan akhir mengenai klasifikasi Indonesia dijadwalkan pada Juni 2027.
Modal asing keluar, rupiah tertekan
Sebaiknya Anda baca juga:
Tekanan pasar tidak hanya terjadi pada saham. Indeks saham Indonesia tercatat sebagai salah satu yang berkinerja terburuk di dunia, dengan penurunan lebih dari 40 persen sepanjang 2026 dan posisi terendah dalam enam tahun, menurut Reuters.
Investor asing juga telah menarik dana bersih sekitar 5,1 miliar dolar AS dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini. Bloomberg melaporkan, arus keluar tersebut berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah.
Rupiah turut melemah hingga mendekati 18.030 rupiah per dolar AS, mendekati rekor terendah pada Juni di kisaran 18.190 rupiah per dolar AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik menjadi sekitar 7,4 persen, dibandingkan 7,17 persen pada Jumat.
“Modal asing sedang melakukan penarikan besar-besaran dari pasar ekuitas Indonesia, dan sekarang pasar obligasi merasakan dampaknya,” kata Eugenia Victorino, kepala strategi Asia di SEB Singapura.
Menurut dia, pelemahan rupiah menggerus imbal hasil riil investasi. Investor global cenderung menunggu hingga mata uang tersebut menunjukkan stabilitas sebelum kembali mengambil posisi di pasar Indonesia.
Potensi arus keluar miliaran dolar AS
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!