Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Hudoq Mahakam Ulu, Warisan Budaya yang Juga Menjaga Alam.

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 13:03 WIB | Oleh:
Tradisi Hudoq Mahakam Ulu, Warisan Budaya yang Juga Menjaga Alam. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah penari Hudoq sedang menari saat pembukaan Festival Hudoq Pekayang di Long Pahangai, Mahulu, Kaltim, Selasa (20/10).

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Provinsi Kalimantan Timur Titit Lestari menyatakan tradisi Hudoq bagi warga Mahakam Ulu bukan sekadar tarian, tapi bagian dari kehidupan yang terus dilestarikan, bukan hanya sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai penjaga alam.

"Terlebih Hudoq telah resmi ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda Indonesia sejak tahun 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat itu," ujar Lestari di Mahakam Ulu (Mahulu), Rabu.

Hal ini ia katakan Lestari setelah menyaksikan Festival Hudoq Pekayang di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Mahulu, yang berlangsung tiga hari pada Selasa-Kamis (20-22/10).


"Hudoq bukan sekadar tarian, tetapi tradisi yang masih hidup. Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Long Pahangai yang terus melestarikan kegiatan ini sebagai rangkaian dari tradisi pertanian," ujarnya.
Hudoq
Ia menjelaskan bahwa makna mendalam dari tradisi Hudoq berkaitan erat dengan ketahanan pangan masyarakat. Hudoq digelar bertepatan dengan masa penanaman padi, sebagai wujud doa agar panen ke depan berlimpah ruah.

"Inilah alasan utama mengapa pelestarian tradisi ini sangat penting. Ini merupakan bagian dari siklus kehidupan masyarakat yang menjamin ketersediaan pangan," katanya.

Balai Pelestarian Kebudayaan Kaltim memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia berharap pelestarian tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, melainkan terwujud dalam proses pewarisan berkelanjutan dari generasi tua kepada generasi muda.

"Kami berharap tradisi ini tidak hanya hadir saat festival, tetapi terus diwariskan. Mudah-mudahan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun ini menjamin Hudoq tetap hidup di tengah masyarakat Long Pahangai khususnya, dan Mahulu umumnya," katanya.


Lebih lanjut, Lestari menekankan bahwa setiap elemen dalam tradisi Hudoq urut melestarikan pengetahuan lokal, termasuk pemanfaatan kekayaan alam sekitar.

Hal ini terlihat dari aneka kuliner tradisional yang memanfaatkan bahan tumbuhan hutan, seperti penggunaan daun-daun tertentu untuk membungkus makanan dalam prosesi ritual.

Pengetahuan etnobotani yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa pelestarian Hudoq erjalan beriringan dengan pelestarian alam agar lingkungan tidak rusak.

"Hudoq adalah bukti bagaimana masyarakat menjaga tidak hanya tradisinya, tetapi juga harmoni dengan alam sekitar. Semoga ini menjadi jalan untuk terus melindungi warisan budaya maupun lingkungan hidup di Mahulu," kata Lestari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.