Bioekonomi Dibidik Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi, Peta Jalan Dikebut Rampung Desember 2026
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam pelaksanaannya, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga berperan sebagai mitra industri sekaligus penjaga keberlanjutan ekosistem sumber daya alam.
Dadang mencontohkan kemiri dan bambu sebagai komoditas yang berpeluang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi apabila diolah menjadi produk turunan dibandingkan hanya dipasarkan sebagai bahan mentah.
Pengembangan bioekonomi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap PDB, investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi lingkungan, pengembangan tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, peningkatan tutupan hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Dadang menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi ekonomi berbasis sumber daya hayati.
"Kita tidak bisa berjalan sendiri ya terkait bioekonomi ini," ujarnya.
Sebelumnya, pada Desember 2025, Bappenas telah mengumumkan rencana penyusunan Strategi Nasional Bioekonomi pada 2026 yang dapat berbentuk peta jalan, dilengkapi rencana aksi dan indikator sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan.
Penyusunan peta jalan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati nasional sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!