Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Asal-Usul Bintang Laut Terbongkar dari Fosil Berusia 518 Juta Tahun

29 Kamis, 08 Okt 2026, 07:27 WIB | Oleh:
Asal-Usul Bintang Laut Terbongkar dari Fosil Berusia 518 Juta Tahun Asal-Usul Bintang Laut Terbongkar dari Fosil Berusia 518 Juta Tahun Doc: Dok Current Biology
Ket. Peluruhan tafonomis lili laut modern di air laut. A. Foto bintang bulu yang masih hidup. B Foto lengan yang mengalami autotomi segera setelah terlepas. (C dan D) Foto lengan setelah 4 hari mengalami pelapukan alami di air laut. (E) Foto lengan setelah 6 hari mengalami pembusukan alami di air laut

SEBUAH fosil kecil yang terkubur selama sekitar 518 juta tahun di Tiongkok kini membuka kembali perdebatan tentang asal-usul bintang laut. Hewan purba bernama Yujingia glutenotunica itu memiliki tentakel untuk menangkap makanan, sebuah ciri yang membuat ilmuwan mempertanyakan gambaran lama tentang nenek moyang bintang laut sebagai hewan mirip cacing yang hidup di dasar laut.

Selama ini, gambaran tentang nenek moyang bintang laut dan kerabatnya lebih dekat pada sosok cacing kecil yang hidup di dasar laut. Hewan purba itu dibayangkan mengandalkan liang di sedimen dan menyaring makanan dari air melalui bagian dalam tubuhnya.

Namun, sebuah fosil berusia sekitar 518 juta tahun dari Tiongkok kini menantang gambaran tersebut. Tubuhnya memang hanya berukuran beberapa milimeter, tetapi struktur yang terawetkan di dalam batu memberikan petunjuk penting mengenai salah satu tahap awal evolusi kelompok hewan yang kelak menghasilkan bentuk tubuh sangat berbeda: dari bintang laut dan bulu babi hingga cacing acorn (acorn worm).

Hewan tersebut diberi nama Yujingia glutenotunica. Fosilnya ditemukan di wilayah Yunnan, Tiongkok barat daya, dalam endapan Maotianshan Shales yang merupakan bagian dari kawasan fosil Chengjiang. Tempat ini terkenal karena mampu mengawetkan organisme bertubuh lunak dari periode Kambrium secara sangat detail.

Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Northwest University di Tiongkok dan University of Cambridge tersebut diterbitkan dalam jurnal Current Biology pada 16 September 2026.

Yang membuat Yujingia menarik bukan hanya usianya, melainkan apa yang masih terlihat pada tubuhnya. Fosil-fosil tersebut memperlihatkan bentuk tubuh, massa organ dalam, serta struktur seperti tentakel yang kemungkinan digunakan untuk memperoleh makanan. Temuan itu memberikan gambaran baru mengenai hewan yang hidup jauh sebelum bintang laut memiliki bentuk tubuh seperti sekarang.

Ledakan Kambrium

Sekitar 540 juta tahun lalu, kehidupan hewan memasuki periode perubahan besar yang dikenal sebagai ledakan Kambrium. Dalam rentang waktu geologis yang relatif singkat, beragam rancangan tubuh hewan muncul dan mulai meninggalkan jejak yang lebih jelas dalam catatan fosil.

Namun, memahami kehidupan pada masa tersebut bukan perkara mudah. Fosil biasanya lebih mudah terbentuk dari organisme yang memiliki cangkang, tulang, atau bagian tubuh keras. Hewan bertubuh lunak jauh lebih sulit ditemukan karena jaringan mereka cepat terurai setelah kematian.

Karena itu, lokasi seperti Chengjiang menjadi sangat penting. Endapan di kawasan tersebut menyimpan berbagai organisme Kambrium, termasuk hewan yang tubuhnya lunak dan biasanya hampir tidak meninggalkan jejak dalam catatan geologi.

Yujingia merupakan salah satunya. Spesimen yang diteliti memiliki panjang sekitar 8 hingga 22 milimeter. Meski kecil, beberapa fosil mempertahankan lapisan tubuh dan struktur internal yang memungkinkan ilmuwan merekonstruksi bentuk serta kemungkinan gaya hidupnya.

Nama genus Yujingia sendiri terinspirasi bentuk tubuhnya yang menurut peneliti menyerupai yujingping, semacam vas ritual dalam tradisi Tiongkok. Sementara itu, tubuhnya yang tampak lunak dan menyerupai gel menjadi inspirasi untuk nama spesies glutenotunica.

Pada bagian tubuh tertentu terdapat struktur seperti tentakel atau lengan berbulu. Struktur tersebut menjadi bagian terpenting dari temuan karena memberikan petunjuk tentang bagaimana hewan ini mendapatkan makanan.

Makan dengan Tentakel

Tidak seperti hewan yang harus mengejar mangsa, Yujingia tampaknya mengandalkan aliran air untuk membawa partikel makanan ke dekat tubuhnya. Tentakel yang menyerupai bulu kemungkinan berfungsi menangkap partikel organik yang melayang di air. Struktur tersebut kemudian dapat mengarahkan makanan menuju mulut melalui alur khusus.

Ada pula kelompok appendage lain yang kemungkinan membantu mempertahankan posisi tubuh di dasar laut. Dengan kombinasi tersebut, Yujingia kemungkinan menjalani kehidupan yang sebagian besar berlangsung dekat atau menempel pada dasar laut, tetapi masih memiliki kemampuan bergerak dalam tingkat tertentu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
bank bjb Catat Pertumbuhan ...
Nasional
Bima Arya Tantang Anak Muda...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

29 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.