Bebas Visa ke Banyak Negara, Pebisnis Indonesia Wajib Punya Kartu Digital Sakti Ini
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 01:05 WIB | Oleh: Alfred"Kemudahan mobilitas pebisnis ini sejalan dengan tren investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) di kawasan APEC.
Berdasarkan laporan resmi Kementerian Investasi/BKPM, Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar US$53,4 miliar.
Hendarsam menegaskan komitmen Ditjen Imigrasi dalam mendukung iklim bisnis dan integrasi ekonomi kawasan.
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN Indonesia Bernadino Maningka Vega hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa KPP APEC sangat berguna bagi pelaku usaha khususnya untuk ke pasar, ke investor, dan mobilitas, serta konektivitas yang tinggi.
"Jadi beberapa dari pengusaha kami membutuhkan itu dan ini adalah salah satu-satu yang fasilitas yang disediakan yang bagi kami sangat berguna," ujarnya.
Menurut dia, kegunaan KPP APEC terbukti dalam beberapa lawatan kerja KADIN, maupun bersama dengan presiden dan kementerian lainnya yang membutuhkan mobilitas dan akses yang cepat serta tinggi.
Dalam APEC, KADIN aktif melakukan lawatan ke Jepang dan Korea Selatan dan menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai 34 miliar dollar Amerika (23 miliar dolar dari Jepang, dan 10 miliar dari Korea).
"Jadi penggunaan Kartu APEC sangat mempengaruhi pengusaha KADIN untuk bisa berangkat melakukan negosiasi dengan investor-investor," kata Bernad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!