Pengeboran Panas Bumi Picu Gempa? Guru Besar ITB Beri Penjelasan
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 03:02 WIB | Oleh: Tim PenulisBandung - Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Lambok Hutasoit menjelaskan aspek keamanan pengeboran panas bumi untuk menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gempa bumi, gangguan air tanah, hingga semburan liar selama kegiatan eksplorasi.
"Ah, saya bilang 100 persen aman itu. Enggak ada masalah pemboran," kata Lambok saat memberikan penjelasan di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Menurut Lambok, masyarakat perlu memahami proses pengeboran dan karakteristik geologi bawah permukaan agar tidak mudah menerima informasi yang keliru mengenai pengembangan energi panas bumi.
Salah satu kekhawatiran yang ditanggapinya adalah anggapan bahwa aktivitas pengeboran secara langsung dapat memicu gempa bumi.
"Pengeboran ya itu aja dilubangin kan. Batunya itu dilubangin, udah. Apa hubungannya sama gempa?" ujarnya.
Lambok menjelaskan pengeboran merupakan proses pembuatan lubang pada lapisan batuan untuk menjangkau sumber energi panas bumi. Namun, risiko kegempaan dalam pengembangan panas bumi juga perlu dipahami berdasarkan mekanisme geologi yang terlibat.
Gempa terinduksi dapat berkaitan dengan perubahan tekanan fluida di dalam reservoir, termasuk akibat kegiatan injeksi dan produksi. Karena itu, pengelolaan reservoir dan pemantauan kegempaan menjadi bagian penting dalam upaya mengendalikan risiko.
Selain persoalan gempa, Lambok menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan terganggunya sumber air tanah yang dimanfaatkan masyarakat.
Ia menjelaskan akuifer atau lapisan batuan penyimpan air tanah umumnya berada pada kedalaman berbeda dari reservoir panas bumi. Lapisan batuan penudung dengan permeabilitas rendah juga dapat membatasi hubungan hidrologis antara reservoir dan akuifer di atasnya.
Dalam praktik pengeboran, perlindungan air tanah turut bergantung pada konstruksi sumur yang memenuhi standar keselamatan, termasuk pemasangan pipa pelindung dan penyemenan untuk mengisolasi lapisan batuan yang dilalui sumur.
Lambok juga menjelaskan pengeboran panas bumi hingga kedalaman sekitar 2.000 meter merupakan praktik yang lazim dilakukan untuk menjangkau reservoir. Kedalaman tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan ketebalan kerak bumi.
Terkait risiko semburan liar akibat tekanan fluida selama pengeboran, ia menyebut penggunaan perangkat pengendali tekanan sebagai salah satu langkah pengamanan.
"Setiap pemboran selalu ada blow out preventer. Jadi dipantau terus itu," jelas Lambok.
Blowout preventer merupakan perangkat keselamatan yang digunakan untuk membantu mengendalikan tekanan dan mencegah semburan fluida yang tidak terkendali dari sumur pengeboran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!