Dokter Tiongkok Latih Tenaga Medis Indonesia, Akupunktur hingga Teknologi AI
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, Hafna Rosita dari Konsil Kesehatan Tradisional Indonesia menilai pertukaran keahlian tersebut membuka peluang untuk meningkatkan kompetensi praktisi lokal sekaligus mengembangkan potensi pengobatan tradisional Indonesia.
"TCM telah berkembang pesat, dengan pendokumentasian, analisis, dan penelitian yang ekstensif," ujar Hafna, seraya menyoroti potensi pengobatan tradisional Indonesia yang masih dapat dikembangkan.
Menurut dia, kedua sistem pengobatan tersebut berpeluang saling melengkapi, misalnya melalui penerapan teknik akupunktur yang presisi bersama pemanfaatan kekayaan ramuan herbal Indonesia.
Dokter David Song dari Divisi Pengobatan Tradisional Indonesia dan Tiongkok (Traditional Indonesian and Chinese Medicine/TICM) di RSPPN Panglima Besar Soedirman mengatakan kolaborasi itu bertujuan memadukan pengobatan tradisional Indonesia dengan praktik TCM yang telah berkembang selama ribuan tahun.
"Melalui divisi TICM di RSPPN Panglima Besar Soedirman, kami berupaya mengintegrasikan ramuan herbal lokal Indonesia, yang dikenal sebagai jamu, dengan kearifan TCM yang telah ada selama ribuan tahun, guna melayani kebutuhan layanan kesehatan masyarakat kita dengan lebih baik," ujar David.
Ke depan, David meyakini kemitraan dengan berbagai institusi Tiongkok dapat memperluas pertukaran pengetahuan di bidang teknologi medis, penelitian, dan pelatihan klinis.
Direktur Departemen Medis Wenzhi Traditional Chinese Medicine, Chen Zhigeng, yang mewakili perusahaan layanan kesehatan digital berbasis AI yang berfokus pada TCM, mengatakan hasil program tersebut melampaui ekspektasi. Ia berharap kerja sama serupa dapat berlanjut.
Menurut Chen, kegiatan tersebut menjadi jembatan pertukaran medis dan budaya yang memungkinkan tenaga kesehatan Tiongkok dan Indonesia saling belajar sekaligus memperkuat kemitraan jangka panjang di bidang pengobatan tradisional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!