Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pamekasan Tutup Paksa Enam Tempat Hiburan Tak Berizin yang Disorot Ulama

📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pamekasan Tutup Paksa Enam Tempat Hiburan Tak Berizin yang Disorot Ulama Doc: Antara
Ket. Petugas Satpol-PP Pemkab Pamekasan bersama polisi dan TNI saat menutup salah satu tempat hiburan malam di Pamekasan, karena tidak mengantongi izin operasional dan diduga menjadi tempat maksiat.

Pamekasan - Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja, polisi dan TNI menutup enam tempat hiburan yang diketahui tidak mengantongi izin resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, dalam operasi rutin yang digelar dalam sepekan terakhir ini.

Selain tidak mengantongi izin operasional, sebagian dari tempat hiburan yang ditutup paksa petugas ini juga ditengarai menjadi tempat maksiat, sehingga menjadi sorotan para tokoh ulama di wilayah itu.

"Penutupan tempat hiburan di Pamekasan ini kami lakukan, karena melanggar Peraturan Daerah Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi," kata Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Sapol PP-Damkar) Pamekasan Munapik dalam keterangan yang disampaikan kepada media, Minggu (18/10).

Keenam tempat hiburan yang ditutup paksa petugas itu masing-masing Cafe Bintang di Jalan Stadion, Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kosan Moga Jaya di Jalan Gatot Koco, Kelurahan Kolpajung, lalu Cafe King Wan’s di Kelurahan Kolpajung, dan Hotel and Resto Putri di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Patemon, Pamekasan.

Dua tempat hiburan lainnya masing-masing Cafe Kampung Kita di Jalan Wahid Hasyim, Keluarahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, dan Cafe Sambung Roso atau Mahera di Jalan Raya Pamekasan-Sumenep, di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Menurut Munapik, kelima kafe dan satu hotel itu ditutup paksa petugas, karena menyediakan tempat karaoke tertutup yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

"Pemkab memperbolehkan pemilik kafe dan hotel menyediakan tempat karaoke, akan tetapi harus terbuka, tidak tertutup," katanya.

Selain itu, saat operasi, petugas juga menemukan banyak pemandu lagu yang tidak menutup aurat dan berkumpul dengan laki-laki lain yang bukan mahromnya.

Munapik menjelaskan, Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Pulau Madura yang telah menetapkan sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui program 'Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam/Gerbang Salam'.

"Dengan demikian, semua jenis tempat hiburan yang berpotensi bertentangan nilai-nilai ajaran Islam atau 'maksiat' harus ditutup," katanya.

Operasi gabungan oleh Pemkab Pamekasan bersama polisi dan TNI ini untuk menekan berbagai jenis penyakit masyarakat.

"Pemkab bersama polisi dan TNI sudah berkomitmen, bahwa berbagai jenis penyakit masyarakat, termasuk segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam harus ditindak tegas," kata Munapik.

Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) gabungan antara Pemkab Pamekasan, polisi dari jajaran Polres Pamekasan serta TNI dari Kodim 0826 Pamekasan mulai digelar di Pamekasan sejak awal Oktober 2026.

Hingga 18 Oktober 2026, sejumlah dugaan pelanggaran tercakup dalam operasi itu. Di antaranya balapan liar, minuman keras dan operasi tempat hiburan malam tak berizin dan melanggar syariat Islam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Perilaku Berintegritas Ciptakan Tata Kelola Sekolah Bersih

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perilaku Berintegritas Cipt...

Bayern Menggila, Arsenal dalam Ancaman

37 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Bayern Menggila, Arsenal da...
Olahraga
Herdman Incar 10 Diaspora P...
Megapolitan
Keberagaman Budaya Identita...
Megapolitan
Festival Cilung Ajang Pembe...

Upaya-upaya Polisi Menekan Peredaran Narkoba di Bekasi

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Luar Negeri
Trump Kaji Dampak Sanksi Ru...
Nasional
RI Dorong Perlindungan Anak...
Nasional
Daya Beli Melemah, Pinjol K...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.