Keberagaman Budaya Identitas Penting Jakarta
Senin, 19 Okt 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA – di Jakarta ini tidak hanya ada budaya Betawi. Tapi juga ada budaya Jawa, Bugis, Tionghoa, Ambon, Bali dan lainnya lagi. “a ada di Jakarta. Maka, kita harus menjaga dan melestarikannya,” tutur Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.
Dia mengatakan ini saat menghadiri kegiatan Karnaval dan Pawai Budaya Sarendo-Rendo 2026 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu. Rano mengajak seluruh masyarakat di Jakarta agar menjaga keberagaman budaya agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, keberagaman merupakan bagian penting dari identitas Jakarta. Selain itu, pelestarian budaya perlu berjalan seiring dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. Sebab Jakarta tengah menuju ke sana.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Sarendo-Rendo dalam bahasa Betawi berarti beramai-ramai atau berjalan bersama dalam rombongan. Makna tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat Jakarta yang terdiri atas beragam suku, bahasa, dan latar belakang budaya, namun tetap hidup berdampingan.
“Sarendo-rendo menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kekayaan budaya dan memperkuat kebersamaan masyarakat. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Kebudayaan Nasional,” ujar Rano.
Festival Sarendo-rendo berlangsung selama tanggal 17-18 Oktober. Pada hari Sabtu (17/10), kegiatan digelar di Lapangan Banteng. Sedangkan puncak acara berlangsung pada hari Minggu. Kemarin digelar pawai budaya di Bundaran HI yang melibatkan berbagai sanggar seni Jakarta.
Pawai tersebut menghadirkan sekitar 100 raja dan sultan dari berbagai daerah Nusantara. Mereka tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. Kehadiran mereka menjadi momentum untuk mempererat hubungan budaya antardaerah dan memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada rakyat.
Rano menegaskan, Pemerintah Provinsi Jakarta secara berkala menghadirkan program Jakarta Penuh Warna. Ini sebagai ruang bagi komunitas budaya untuk menampilkan kesenian dan tradisi masing-masing.
Dia menilai, penguatan kebudayaan merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. “Kita ingin Jakarta menjadi kota global tanpa kehilangan akar budayanya. Kekayaan budaya yang kita miliki harus terus diangkat dan diberi ruang agar semakin dikenal masyarakat,” tutur Rano.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!