Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Air Meluap Sebelum Terlambat, Pemkab Bangkalan Kerahkan Alat Berat Kuras DAM Pettesan

📅 Senin, 19 Okt 2026, 01:35 WIB | Oleh:
Cegah Air Meluap Sebelum Terlambat, Pemkab Bangkalan Kerahkan Alat Berat Kuras DAM Pettesan Doc: ANTARA/HO-Pemkab Bangkalan
Ket. Pemkab Bangkalan bersama warga mulai melakukan normalisasi aliran sungai guna mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.

BANGKALAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur mulai melakukan normalisasi di sejumlah aliran sungai dan saluran air guna mengantisipasi risiko banjir saat memasuki musim hujan. 

Salah satunya, seperti yang dilakukan di kawasan DAM Pettesan, Kecamatan Sepulu, bersama organisasi keagamaan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU), Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), aparat desa setempat dan pemuda dari Karang Taruna di wilayah itu.

"Ini kami lakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat intensitas hujan mulai tinggi pada musim hujan nanti," kata Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja'far di Bangkalan, Minggu (18/10).

Normalisasi dilakukan dengan membersihkan kawasan DAM dari rumput liar, semak belukar, serta material yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air. Kegiatan ini juga didukung penggunaan alat berat untuk mempercepat proses pembersihan dan penataan area saluran.

Camat Sepulu Hosun yang juga terlibat langsung dalam kegiatan itu mengatakan, normalisasi aliran sungai di sekitar DAM Pettesan merupakan upaya pencegahan yang dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko terjadinya genangan maupun banjir di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan DAM dan saluran air memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air, terutama ketika memasuki musim penghujan.

"Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi banjir baru melakukan penanganan. Karena itu, melalui kegiatan normalisasi ini, kami berupaya memastikan saluran air dan kawasan DAM Pettesan dapat berfungsi secara optimal, sehingga ketika curah hujan meningkat, aliran air tidak terhambat dan risiko banjir dapat diminimalkan," ujar Hosun.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan banjir tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fungsi saluran air.

Karena itu, Hosun mengapresiasi keterlibatan unsur Muspika, MWC NU, JPKP, pemerintah desa, serta warga yang menunjukkan semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masyarakat Sepulu masih sangat kuat. Ketika pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, dan warga bergerak bersama, berbagai persoalan lingkungan dapat kita tangani dengan lebih cepat dan efektif," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hosun menegaskan bahwa normalisasi DAM bukan sekadar kegiatan membersihkan saluran air, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Ia berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, sungai, maupun kawasan DAM yang berpotensi mengakibatkan penyumbatan.

"Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai saluran yang sudah kita bersihkan kembali tersumbat akibat sampah dan kurangnya kepedulian. Pencegahan banjir harus dimulai dari kesadaran dan kebiasaan kita sehari-hari," katanya.

Selain sebagai langkah mitigasi bencana, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah kecamatan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menciptakan wilayah Sepulu yang lebih bersih, aman, dan tangguh menghadapi potensi bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Peluang Warga Tangerang Mendapatkan Kesempatan Kerja

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Peluang Warga Tangerang Men...
Olahraga
Ningbo Open Jadi Panggung K...
Olahraga
Barcelona dan PSG Unjuk Ket...
Olahraga
Bayern Menggila, Arsenal da...
Megapolitan
Keberagaman Budaya Identita...

Upaya-upaya Polisi Menekan Peredaran Narkoba di Bekasi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.